Jakarta (iddaily.net) – Prof Masdar Hilmy SAg MA PhD, kembali menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, menggantikan Akhmad Muzakki.
Ia bukan sosok baru dalam kepemimpinan kampus tersebut karena sebelumnya pernah menjadi rektor pada periode 2018–2022.
Kembalinya Masdar ke kursi pimpinan UINSA menjadi perkembangan baru dalam perjalanan karier akademiknya sekaligus kepemimpinan perguruan tinggi Islam negeri di Surabaya.
Hal itu diungkap dalam laman resmi UINSA.
Latar Belakang Pendidikan Prof Masdar Hilmy
Berdasarkan profil dosen resmi UINSA, Masdar Hilmy lahir di Tegal pada 2 Maret 1971.
Ia merupakan akademisi yang berkarier di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya dan tercatat dalam bidang ilmu-ilmu sosial.
Masdar menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 1990–1994.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan studi magister di Institute of Islamic Studies, McGill University, Kanada, pada 1997–1999.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di The University of Melbourne, Australia, pada 2004–2007.
Latar belakang pendidikan di dalam dan luar negeri tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan di lingkungan kampus.
Mengawali Karier sebagai Dosen
Masdar tercatat memulai karier sebagai dosen di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya pada Maret 1996.
Selama berkarier di perguruan tinggi tersebut, ia terlibat dalam kegiatan pendidikan dan pengembangan akademik.
Sebelum menjadi rektor, Masdar juga pernah menjabat Wakil Direktur Pascasarjana UINSA pada periode 2014–2018.
Pengalaman di bidang akademik dan pengelolaan pendidikan tinggi tersebut mendahului penunjukannya sebagai Rektor UINSA.
Pernah Menjadi Rektor Periode 2018–2022
Masdar Hilmy pernah memimpin UIN Sunan Ampel Surabaya pada periode 2018–2022.
Setelah masa kepemimpinannya berakhir, jabatan rektor beralih kepada Akhmad Muzakki, yang dilantik pada Juni 2022 untuk periode 2022–2026.
Pada September 2026, Akhmad Muzakki mengundurkan diri dan diberhentikan dari jabatan rektor melalui keputusan Menteri Agama.
Kementerian Agama kemudian menunjuk pelaksana tugas untuk menjalankan kepemimpinan kampus sampai rektor baru dilantik.
Tantangan Memimpin Kembali UINSA
Kembalinya Masdar Hilmy sebagai rektor berlangsung di tengah perhatian publik terhadap tata kelola dan stabilitas kampus.
Sebagai pimpinan perguruan tinggi negeri, rektor memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengelolaan kelembagaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengalaman Masdar memimpin UINSA pada periode sebelumnya menjadi bagian dari rekam jejaknya.
Namun, kepemimpinan baru juga membawa tantangan untuk menjaga kualitas akademik, membangun komunikasi dengan sivitas akademika, dan memastikan tata kelola kampus berjalan dengan baik.
Dengan perjalanan akademik sejak menjadi dosen pada 1996 hingga kembali menjabat sebagai rektor, Masdar Hilmy menjadi salah satu akademisi yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya.
