Jakarta (iddaily.net) – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Iman Sukri, mendesak pemerintah memperkuat perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi menyusul laporan serangan di Riyadh di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Iman meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah meningkatkan kesiapsiagaan, memperbarui informasi keamanan, serta memastikan kesiapan bantuan darurat bagi WNI.
“Kita tidak tahu sampai kapan konflik ini berlangsung dan bagaimana perkembangannya ke depan. Pemerintah harus mengedepankan langkah antisipatif dan jangan menunggu sampai ada WNI yang menjadi korban baru bergerak,” ujar Iman di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Ia menanggapi informasi mengenai serangan kelompok Houthi Yaman ke Bandara Riyadh pada Minggu (11/10/2026). Berdasarkan bahan yang disampaikan, insiden tersebut dilaporkan menewaskan 12 warga asing dan menyebabkan 309 orang luka-luka, sekaligus mengganggu penerbangan internasional.
Menurut Iman, perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut berpotensi berdampak terhadap pekerja migran Indonesia, pelajar, serta jemaah umrah yang berada di Arab Saudi.
KBRI Riyadh Diminta Perkuat Informasi Keamanan
Iman menekankan pentingnya KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah menyediakan informasi resmi secara berkala agar WNI dapat mengambil langkah pencegahan berdasarkan kondisi terkini.
Ia juga meminta perwakilan RI memperkuat komunikasi dengan komunitas masyarakat Indonesia di Arab Saudi untuk memastikan informasi darurat tersampaikan secara cepat dan akurat.
“KBRI harus hadir sebagai sumber informasi resmi yang bisa diandalkan WNI. Pastikan warga mengetahui apa yang sedang terjadi, ke mana harus menghubungi perwakilan RI, dan bagaimana memperoleh bantuan darurat,” katanya.
Selain komunikasi, Iman mendorong pemutakhiran data WNI dan pemetaan lokasi tempat tinggal maupun aktivitas warga di wilayah yang berpotensi terdampak konflik.
Menurutnya, data yang akurat diperlukan untuk mempercepat penanganan, termasuk apabila pemerintah harus menyiapkan evakuasi atau menyalurkan bantuan logistik dalam keadaan darurat.
WNI Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Iman mengimbau WNI di Arab Saudi tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi arahan otoritas keamanan setempat serta informasi resmi dari perwakilan Indonesia.
WNI juga diminta menghindari lokasi berisiko, menunda perjalanan atau aktivitas yang tidak mendesak apabila situasi keamanan mengharuskannya, serta memastikan dokumen perjalanan tetap aman dan mudah dijangkau.
Sementara itu, Iman memastikan Komisi I DPR RI akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengawal upaya perlindungan WNI.
Ia menegaskan bahwa keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri harus menjadi prioritas pemerintah, terutama ketika risiko keamanan meningkat akibat konflik regional.
“Negara wajib hadir memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara di mana pun mereka berada,” pungkasnya.
