Jakarta (iddaily.net) – Nama Maudy Ayunda dikenal luas di Indonesia sebagai aktris, penyanyi dan penulis lagu.
Namun perjalanan perempuan bernama lengkap Ayunda Faza Maudya ini tidak hanya berlangsung di industri hiburan.
Maudy membangun karier sejak usia belia, kemudian melanjutkan pendidikan ke University of Oxford di Inggris dan Stanford University di Amerika Serikat.
Ia juga pernah dipercaya pemerintah Indonesia menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia 2022.
Pada September 2026, nama Maudy kembali menjadi perhatian setelah konten YouTube mengenai mindfulness dan cara menghadapi berita buruk menuai kritik.
Maudy kemudian memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.
Lantas, siapa sebenarnya Maudy Ayunda dan bagaimana perjalanan kariernya?
Biodata Maudy Ayunda
Nama lengkap: Ayunda Faza Maudya
Nama populer: Maudy Ayunda
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 19 Desember 1994
Profesi: Aktris, penyanyi, penulis lagu, penulis dan figur publik
Pendidikan: University of Oxford dan Stanford University
Pasangan: Jesse Choi
Tahun menikah: 2022
Orang tua: Didit Jasmedi R. Irawan dan Muren Murdjoko
Saudara: Amanda Khairunnisa
Maudy merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia memiliki adik perempuan bernama Amanda Khairunnisa.
Maudy Ayunda Lahir di Jakarta pada 19 Desember 1994.
Sejak kecil, ia mendapatkan pendidikan yang mendorongnya untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.
Dalam sejumlah wawancara, Maudy pernah bercerita bahwa dirinya ketika kecil merupakan anak yang pemalu dan kurang percaya diri. Ia bahkan pernah enggan tampil di depan umum.
Perjalanan tersebut kemudian berubah ketika orang tuanya mendorong Maudy untuk memperluas wawasan dan mencoba berbagai kegiatan.
Dari sinilah perlahan kemampuan Maudy di bidang seni, komunikasi dan akademik berkembang.
Mengawali Karier sebagai Artis Cilik
Maudy memasuki industri hiburan ketika masih sangat muda.
Ia mendapatkan peran utama sebagai Rena dalam film Untuk Rena. Film tersebut menjadi debut aktingnya dan kemudian membuka jalan bagi perjalanan Maudy di dunia perfilman Indonesia.
Setelah itu, Maudy tampil dalam sejumlah film, antara lain Sang Pemimpi, Rumah Tanpa Jendela, Tendangan dari Langit, Malaikat Tanpa Sayap, Perahu Kertas, Refrain, 2014, Trinity: The Nekad Traveler, Trinity Traveler, dan Habibie & Ainun 3.
Ia juga terlibat sebagai pengisi suara dalam film animasi Battle of Surabaya.
Maudy Ayunda dan Film Perahu Kertas
Salah satu karya yang membuat nama Maudy semakin dikenal adalah Perahu Kertas.
Dalam film tersebut, Maudy memerankan karakter Kugy.
Selain berakting, Maudy juga menyanyikan lagu yang berkaitan dengan film tersebut. Keterlibatannya di dunia akting dan musik membuat namanya semakin kuat sebagai entertainer muda Indonesia.
Perjalanan Maudy Ayunda di Dunia Musik
Selain berakting, Maudy mengembangkan karier sebagai penyanyi dan penulis lagu.
Ia merilis album Panggil Aku… pada 2011. Setelah itu, Maudy merilis Moments pada 2015 dan Oxygen pada 2018.
Sejumlah lagu Maudy juga menjadi bagian dari soundtrack film.
Beberapa lagu yang dikenal dari perjalanan musiknya antara lain Tiba-Tiba Cinta Datang, Cinta Datang Terlambat, Untuk Apa, Bayangkan Rasakan, Jakarta Ramai, dan sejumlah karya lainnya.
Karier musik tersebut membuat Maudy tidak hanya dikenal sebagai pemain film, tetapi juga sebagai penyanyi solo.
Pendidikan Maudy Ayunda di Oxford hingga Melanjutkan S2 ke Stanford University
Di tengah kariernya di industri hiburan, pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Maudy.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di British School Jakarta, Maudy melanjutkan kuliah ke University of Oxford di Inggris.
Ia mengambil jurusan Philosophy, Politics and Economics (PPE).
Maudy memulai studi di Oxford pada 2013 dan menyelesaikannya pada 2016.
Pilihan jurusan tersebut menarik perhatian karena menggabungkan tiga bidang ilmu, yakni filsafat, politik dan ekonomi.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Oxford, perjalanan akademik Maudy berlanjut ke Amerika Serikat.
Maudy diterima di Harvard University dan Stanford University untuk melanjutkan pendidikan. Ia kemudian memilih Stanford University.
Di Stanford, Maudy menjalani program yang menghasilkan dua gelar master, yakni Master of Business Administration (MBA) dan Master of Arts (MA). Ia menyelesaikan studinya pada 2021.
Latar belakang pendidikan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang melekat dalam profil Maudy sebagai figur publik.
Maudy Ayunda Menikah dengan Jesse Choi
Pada 2022, Maudy Ayunda menikah dengan Jesse Choi.
Kabar pernikahan tersebut diumumkan Maudy melalui media sosial pada Mei 2022. Jesse Choi merupakan pria keturunan Korea Selatan yang pernah menjalani pendidikan dan bekerja di Amerika Serikat.
Pernikahan Maudy menjadi perhatian publik karena selama ini kehidupan pribadinya relatif tidak terlalu banyak diekspos.
Maudy Ayunda Ditunjuk sebagai Juru Bicara G20
Tidak hanya berkegiatan di dunia hiburan, Maudy juga pernah menjalankan peran dalam komunikasi publik pemerintah.
Pada 31 Maret 2022, pemerintah Indonesia menunjuk Maudy Ayunda sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia.
Penunjukan tersebut diumumkan Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu, Johnny G. Plate.
Dalam keterangan pemerintah, latar belakang pendidikan Maudy di Oxford dan Stanford serta kemampuan bahasa asing menjadi bagian dari pertimbangan dalam penunjukannya.
Sebagai juru bicara, Maudy menyampaikan informasi terkait agenda Presidensi G20 Indonesia kepada masyarakat.
Peran tersebut membuat kiprahnya meluas dari industri hiburan ke komunikasi publik berskala internasional.
Maudy Ayunda sebagai Figur Publik
Perjalanan Maudy memperlihatkan beberapa bidang yang berjalan bersamaan, mulai dari seni peran, musik, pendidikan hingga komunikasi publik.
Ia juga dikenal aktif membahas pendidikan, pengembangan diri, buku, karier dan berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan anak muda melalui platform digitalnya.
Karena memiliki audiens yang besar, pernyataan Maudy di media sosial maupun kanal YouTube sering mendapat perhatian publik.
Kondisi tersebut juga membuat setiap konten yang dibuatnya dapat memunculkan beragam respons.
Konten Mindfulness Maudy Ayunda
Pada 21 Agustus 2026, Maudy mengunggah video YouTube berjudul “Mindfulness in the Age of Bad News”.
Dalam video tersebut, Maudy membahas cara menghadapi derasnya informasi dan berita buruk yang muncul setiap hari.
Ia membicarakan pengalaman pribadi dalam mengatur paparan terhadap berita serta cara menjaga diri agar tidak merasa terlalu kewalahan oleh berbagai informasi negatif.
Video tersebut kemudian menuai kritik dari sebagian warganet.
Kritik antara lain berkaitan dengan persoalan akses dan pengalaman masyarakat yang berbeda dalam menghadapi berita buruk.
Sebagian orang menilai tidak semua orang mempunyai pilihan untuk mengambil jarak dari informasi karena persoalan yang diberitakan justru dialami secara langsung.
Maudy Ayunda Minta Maaf
Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, Maudy memberikan klarifikasi.
Ia mengakui bahwa ada perspektif dan konteks yang belum cukup ia pertimbangkan ketika membuat konten tersebut.
Maudy juga menyadari bahwa kemampuan seseorang untuk mengambil jarak dari berita merupakan bentuk privilese yang tidak dimiliki semua orang.
Pada September 2026, Maudy kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka dan mengatakan dirinya masih perlu banyak belajar, mendengarkan serta memahami perspektif yang berbeda dari pengalaman pribadinya.
Permintaan maaf tersebut menjadi bagian terbaru dari perjalanan Maudy sebagai figur publik yang berhadapan langsung dengan respons masyarakat terhadap kontennya.
Penghargaan Maudy Ayunda
Perjalanan Maudy di dunia hiburan juga diikuti sejumlah penghargaan.
Pada awal kariernya, ia mendapatkan penghargaan terkait perannya dalam Untuk Rena.
Di dunia musik, Maudy juga pernah meraih penghargaan Female Singer of the Year dalam Indonesian Choice Awards 2015.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai aktris sekaligus penyanyi.
Maudy Ayunda Sosok Multitalenta
Maudy Ayunda kini dikenal dengan perjalanan karier yang melintasi sejumlah bidang.
Ia memulai karier sebagai aktris sejak usia muda, kemudian berkembang sebagai penyanyi dan penulis lagu. Di sisi lain, ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Oxford dan Stanford.
Pengalamannya juga membawanya ke ruang komunikasi publik ketika dipercaya menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia.
Kehidupan Maudy kemudian berkembang sebagai figur publik yang menggunakan media sosial dan platform digital untuk berbagi pemikiran serta pengalaman.
Kontroversi mengenai konten mindfulness pada 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana gagasan seorang figur publik dapat mendapatkan respons beragam dari masyarakat.
Di luar kontroversi tersebut, perjalanan Maudy Ayunda tetap memperlihatkan kombinasi antara karier seni, pendidikan, komunikasi publik dan aktivitas digital yang membuat sosoknya terus menjadi perhatian publik.
