Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Rilis Pers»Gempa Susulan NTT Terus Bertambah, BMKG Catat 14.857 Gempa Sejak M 7,7 Flores
Rilis Pers

Gempa Susulan NTT Terus Bertambah, BMKG Catat 14.857 Gempa Sejak M 7,7 Flores

Icha BalqisIcha Balqis12 September 2026 / 14:34 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
BMKG Catat 14.857 Gempa/Dok BMKG
BMKG Catat 14.857 Gempa/Dok BMKG

Jakarta (iddaily.net) – Aktivitas gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Hingga 11 September 2026, BMKG mencatat total 14.857 aktivitas gempa bumi susulan di wilayah NTT dan sekitarnya.

Angka tersebut menunjukkan aktivitas seismik pascagempa utama masih berlangsung, meski jumlah dan kekuatannya terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Data tersebut disampaikan BMKG melalui kanal resmi @infoBMKG dalam pembaruan aktivitas gempa susulan NTT.

Dari 4.258 Menjadi 14.857 Gempa

Jumlah gempa susulan terus bertambah sejak gempa utama M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Dalam pemantauan BMKG pada 21 Agustus, tercatat sebanyak 4.258 gempa susulan.

Dari jumlah tersebut, 118 gempa dirasakan masyarakat dan 31 gempa memiliki magnitudo di atas M5,0.

Lima hari kemudian, pada 26 Agustus, jumlahnya meningkat menjadi 7.914 gempa susulan. Gempa terbesar dalam rangkaian susulan tersebut mencapai M6,2.

Sehari berikutnya, 27 Agustus, BMKG mencatat jumlah aktivitas gempa susulan telah mencapai 8.486 kejadian.

Memasuki 8 September, jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 13.591 gempa susulan, dengan gempa terbesar masih M6,2.

Kini, berdasarkan pembaruan BMKG pada 11 September, total aktivitas gempa susulan telah mencapai 14.857 kejadian.

Gempa Susulan Terbesar Mencapai M 6,2

BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa rangkaian gempa tersebut merupakan aktivitas susulan dari gempa utama M7,7 di Flores.

Salah satu gempa susulan yang cukup kuat mencapai M6,2.

Aktivitas tersebut berkaitan dengan proses penyesuaian kerak bumi setelah terjadinya gempa utama.

Karena itu, gempa susulan dapat berlangsung selama periode tertentu setelah gempa utama.

Pada fase awal setelah gempa besar, frekuensi gempa susulan biasanya lebih tinggi dan kemudian secara umum mengalami penurunan seiring waktu.

Namun, BMKG tetap melakukan pemantauan karena pola aktivitas gempa dapat berubah dan masyarakat di wilayah terdampak masih berpotensi merasakan guncangan.

Gempa M 5,1 Masih Terjadi di Flores

Aktivitas tersebut juga terlihat dari gempa yang terjadi di wilayah Flores pada 8 September 2026.

BMKG mencatat gempa M5,2 yang setelah diperbarui menjadi M5,1, dengan kedalaman 10 kilometer.

Episenternya berada sekitar 57 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.

Gempa tersebut dinyatakan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dan tidak berpotensi tsunami.

BMKG menyebut gempa itu masih merupakan bagian dari rangkaian susulan gempa M7,7 Flores.

Hingga 8 September pukul 11.00 WIB, total aktivitas susulan telah mencapai 13.591 kejadian.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

BMKG terus melakukan monitoring terhadap aktivitas gempa susulan di NTT dan menyampaikan pembaruan kepada masyarakat serta pemangku kepentingan.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

BMKG juga mengingatkan warga untuk menghindari bangunan yang telah mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas gempa bumi sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs BMKG dan akun @infoBMKG.

Sebelumna, gempa utama mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 M 7,7.

Peristiwa tersebut kemudian diikuti ribuan aktivitas gempa susulan dan jumlahnya terus bertambah dari hari ke hari, mulai dari ribuan kejadian pada pekan pertama hingga mencapai 14.857 aktivitas pada 11 September.

Rangkaian tersebut menjadi salah satu aktivitas gempa susulan yang mendapat perhatian besar karena selain jumlahnya tinggi, sejumlah gempa susulan juga cukup kuat dan dirasakan masyarakat.

Karena itu, meskipun gempa utama telah berlalu hampir satu bulan, aktivitas seismik di kawasan tersebut masih menjadi perhatian BMKG.

bmkg gempa bumi gempa m 7.7 gempa NTT 2026 gempa NTT hari ini gempa susulan gempa susulan Flores gempa susulan NTT terbaru
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGempa Kepulauan Seribu M 6,5 Terasa di Yogyakarta hingga Sumatera, Ini Penjelasan BMKG
Next Article Profil Cheng Lei, Aktor China yang Makin Populer Lewat C-Drama
Icha Balqis

Friendly Woman yang sering lost signal.

Related Posts

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Kemenhaj: Hindari Transit Malaysia dan Singapura demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

27 Oktober 2026 / 06:56 WIB

Perusahaan Pembakar Hutan Hanya Disanksi Administratif

26 Oktober 2026 / 11:24 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Hari Sumpah Pemuda 2026: Mengapa Persatuan Pemuda Tetap Penting?

27 Oktober 2026 / 13:00 WIB

Meiska Rilis Ulang Aku Cuma Punya Hati, Intro dan Bridge Kini Berbeda

27 Oktober 2026 / 12:15 WIB

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Jempol untuk Blak-Blakan Dony

27 Oktober 2026 / 08:22 WIB

Kemenhaj: Hindari Transit Malaysia dan Singapura demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

27 Oktober 2026 / 06:56 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.