Jakarta (iddaily.net) – Nama Anggun C. Sasmi menjadi salah satu bukti bahwa penyanyi asal Indonesia mampu membawa karya hingga ke panggung musik dunia.
Berawal dari anak yang telah mengenal dunia tarik suara sejak usia dini, Anggun tumbuh menjadi penyanyi rock populer di Indonesia sebelum mengambil keputusan besar untuk mengejar karier internasional.
Perjalanan Anggun tidak berlangsung instan, karena setelah meninggalkan zona nyaman di Indonesia, memulai kembali karier dari Eropa.
Anggun mempelajari lingkungan dan bahasa baru, hingga akhirnya mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan label musik besar dan dikenal oleh pendengar di berbagai negara.
Mengawali Karier Sejak Usia Tujuh Tahun
Anggun Cipta Sasmi lahir di Jakarta pada 29 April 1974. Bakat musiknya sudah terlihat sejak masih kecil. Pada usia tujuh tahun, ia telah merekam karya untuk anak-anak dan mulai tampil di dunia musik.
Memasuki usia remaja, arah musik Anggun berubah. Ia mulai menekuni musik rock dan pada usia 12 tahun merekam album “Dunia Aku Punya”, yang diproduseri musisi rock Indonesia Ian Antono.
Namanya kemudian semakin dikenal setelah lagu “Mimpi” menjadi salah satu lagu yang melekat dengan perjalanan kariernya.
Menjadi Bintang Rock Indonesia
Pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, Anggun berkembang menjadi salah satu penyanyi rock perempuan yang diperhitungkan di Indonesia.
Sejumlah lagu seperti “Mimpi”, “Tua Tua Keladi”, “Laba Laba”, dan “Takut” membuat namanya semakin populer.
Ia juga merilis sejumlah album sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk mencari peluang yang lebih besar di luar negeri.
Saat itu, Anggun sebenarnya sudah memiliki popularitas yang kuat di Indonesia.
Namun, ia memiliki ambisi untuk membangun karier sebagai penyanyi internasional.
Keputusan tersebut kemudian menjadi titik balik terbesar dalam hidupnya.
Meninggalkan Indonesia dan Memulai dari Nol
Pada 1990-an, Anggun meninggalkan Indonesia untuk mengejar impian menjadi penyanyi internasional.
Ia sempat tinggal di London sebelum kemudian menetap di Prancis.
Langkah tersebut tentu bukan perjalanan mudah. Di Eropa, Anggun bukan lagi bintang besar seperti ketika berada di Indonesia. Ia harus memperkenalkan dirinya kembali kepada industri musik yang sama sekali berbeda.
Di Prancis, perjalanan Anggun mulai menemukan titik terang ketika ia bertemu penyanyi Florent Pagny.
Melalui Pagny, Anggun kemudian diperkenalkan kepada produser musik Erick Benzi, yang melihat potensi besar dalam karakter vokalnya.
Pertemuan tersebut menjadi pintu masuk Anggun ke industri musik Prancis.

Snow on the Sahara Membuka Pintu Dunia
Tahun 1997 menjadi salah satu tahun paling penting dalam perjalanan karier Anggun.
Ia merilis album berbahasa Prancis “Au nom de la lune”, dengan lagu “La neige au Sahara” sebagai salah satu lagu utamanya. Versi bahasa Inggrisnya kemudian dikenal dengan judul “Snow on the Sahara”.
Lagu tersebut membuat nama Anggun semakin dikenal di Prancis dan kemudian diperkenalkan ke pasar internasional.
Album Snow on the Sahara dirilis oleh Sony Music di 33 negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Lagu dengan judul yang sama juga mencatat prestasi di sejumlah tangga lagu internasional.
Dari sinilah Anggun tidak lagi hanya dikenal sebagai penyanyi asal Indonesia. Namanya mulai masuk ke radar industri musik dunia.
Bernyanyi dalam Berbagai Bahasa
Salah satu kekuatan Anggun dalam membangun karier internasional adalah kemampuannya beradaptasi dengan berbagai pasar musik.
Ia tidak hanya menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia, tetapi juga menghasilkan karya dalam bahasa Prancis dan Inggris.
Strategi tersebut membuat Anggun dapat mempertahankan hubungan dengan pendengar Indonesia sekaligus memperluas basis penggemarnya di Eropa dan negara lainnya.
Universal Music France mencatat bahwa Anggun menjalankan karier dalam beberapa bahasa dan terus merilis album serta singel untuk pasar Prancis maupun internasional.
Tampil di Eurovision Mewakili Prancis
Salah satu pencapaian penting lainnya datang pada 2012 ketika Anggun dipercaya mewakili Prancis dalam Eurovision Song Contest.
Ia tampil membawa lagu “Echo (You and I)” dalam ajang musik Eropa tersebut, meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan dan Anggun menempati posisi ke-22.
Namun keikutsertaannya menjadi catatan tersendiri karena memperlihatkan posisi Anggun sebagai artis yang telah memiliki tempat dalam industri hiburan Prancis.
Bukan Hanya Penyanyi
Perjalanan Anggun kemudian berkembang ke berbagai bidang hiburan.
Selain sebagai penyanyi dan penulis lagu, ia juga terlibat dalam program televisi sebagai juri dan talent show.
Ia pernah menjadi bagian dari The Voice Indonesia, X Factor Indonesia, hingga Asia’s Got Talent.
Anggun juga melebarkan kiprahnya ke dunia akting dan pengisi suara.
Dia terlibat dalam sejumlah proyek film dan televisi Prancis serta menjadi pengisi suara untuk versi Prancis film animasi Raya and the Last Dragon.

Tetap Membawa Nama Indonesia
Meski telah lama berkarier di Eropa, perjalanan Anggun tidak bisa dipisahkan dari Indonesia.
Karakter vokal, pengalaman bermusik sejak kecil, serta latar belakang sebagai penyanyi rock Indonesia menjadi bagian dari identitas yang membentuk kariernya.
Menariknya, perjalanan Anggun justru menunjukkan bahwa untuk menjadi artis internasional, seorang musisi tidak selalu harus meninggalkan identitas asalnya.
Ia membawa latar belakang Indonesia ke dalam perjalanan musiknya dan memperkenalkan dirinya kepada dunia melalui karya-karya dalam berbagai bahasa.
Dari Bintang Rock Indonesia ke Panggung Dunia
Perjalanan Anggun C. Sasmi merupakan cerita panjang tentang keberanian mengambil risiko.
Ia pernah berada di posisi sebagai bintang besar di Indonesia, tetapi memilih meninggalkan kenyamanan tersebut untuk memulai kembali karier di Eropa.
Keputusan itu akhirnya membuka jalan menuju panggung internasional.
Melalui Snow on the Sahara, Anggun berhasil memperkenalkan namanya kepada pendengar di berbagai negara dan menjadi salah satu penyanyi Indonesia yang paling dikenal di luar negeri.
Dari panggung Indonesia hingga Eropa, perjalanan Anggun menjadi bagian penting dalam sejarah musisi Indonesia yang berhasil menembus industri hiburan internasional.
Bukan hanya tentang popularitas, kisah Anggun juga memperlihatkan bahwa perjalanan menuju dunia global membutuhkan keberanian untuk memulai kembali, kemampuan beradaptasi, serta konsistensi dalam mempertahankan identitas sebagai seorang seniman.
