Jakarta (iddaily.net) – K-drama atau Korean drama kini menjadi salah satu produk budaya Korea Selatan yang memiliki penggemar di berbagai negara.
Drama Korea dikenal melalui cerita romantis, keluarga, sejarah, thriller, fantasi hingga kisah kehidupan sehari-hari.
Namun, popularitas tersebut merupakan hasil perjalanan panjang sejak era awal televisi Korea.
Menurut catatan Korea.net, drama televisi Korea sudah berkembang sejak dekade 1950-an.
Pada Agustus 1956, stasiun televisi pertama Korea, HLKZ-TV, menayangkan versi domestik dari drama Heaven’s Gate.
Ketika KBS mulai beroperasi pada Desember 1961, drama televisi juga semakin berkembang.
Pada masa awal, produksi drama televisi Korea masih menghadapi keterbatasan peralatan.
Banyak penulis naskah, sutradara, dan aktor yang sebelumnya bekerja di teater kemudian beralih ke televisi.
Tradisi tersebut ikut membentuk dasar perkembangan drama Korea.
Dari Radio ke Televisi
Perkembangan K-drama juga tidak bisa dilepaskan dari industri radio.
Drama radio pada dekade 1960-an membantu membentuk tradisi penulisan cerita dan produksi program drama sebelum televisi berkembang semakin luas.
Televisi kemudian mengalami pertumbuhan besar pada 1970-an.
Siaran berwarna mulai berkembang pada 1980-an, sementara industri drama Korea memasuki tahap yang semakin matang pada 1990-an.
Pada periode tersebut, K-drama mulai memiliki peran penting dalam perkembangan Korean Wave atau Hallyu.
Munculnya Hallyu
Istilah Hallyu atau Korean Wave mulai dikenal pada akhir 1990-an ketika popularitas budaya Korea mulai menyebar ke negara lain.
Salah satu drama yang sering dikaitkan dengan awal penyebaran Hallyu adalah Star in My Heart yang tayang pada 1997.
Drama tersebut kemudian ditayangkan di China dan ikut mendorong popularitas aktor serta konten Korea di kawasan Asia.
Memasuki awal 2000-an, K-drama semakin kuat melalui judul seperti Autumn in My Heart, Winter Sonata, dan Dae Jang Geum.
Drama-drama tersebut memperluas pasar K-drama di Asia dan memperkenalkan budaya Korea kepada penonton internasional.
Dae Jang Geum, yang tayang pada 2003–2004, menjadi salah satu tonggak penting.
Drama tersebut tidak hanya sukses sebagai hiburan, tetapi juga memperkenalkan budaya kerajaan Joseon, makanan tradisional, pakaian dan pengobatan Korea kepada penonton di berbagai negara.

Mengapa K-Drama Bisa Mendunia?
Kekuatan K-drama terletak pada kemampuannya menggabungkan cerita universal dengan identitas budaya Korea.
Kisah cinta, keluarga, persahabatan, perjuangan hidup dan konflik sosial dapat dipahami penonton dari berbagai negara.
Perkembangan teknologi juga mengubah cara penonton menikmati drama Korea.
Jika dahulu K-drama bergantung pada stasiun televisi dan distribusi antarnegara, kini drama dapat menjangkau penonton global melalui platform streaming.
K-drama juga berkembang dari cerita romantis menjadi semakin beragam.
Drama Korea kini mencakup thriller, kriminal, fantasi, sejarah, komedi, survival dan berbagai genre lainnya.
Korea.net mencatat bahwa drama Korea telah berkembang dari media televisi menjadi salah satu kekuatan penting dalam industri konten global.
K-Drama dan Budaya Korea
Popularitas K-drama ikut membawa budaya Korea ke berbagai penjuru dunia.
Lokasi syuting, makanan, pakaian tradisional, bahasa hingga gaya hidup Korea ikut mendapat perhatian.
Karena itu, asal-usul K-drama bukan sekadar cerita mengenai perkembangan serial televisi.
K-drama merupakan bagian dari perjalanan panjang industri budaya Korea Selatan yang akhirnya berkembang menjadi salah satu kekuatan utama Hallyu.
