Jakarta (iddaily.net) – Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat telah mengalami 1.739 kali erupsi sepanjang 2026, berdasarkan data terbaru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui MAGMA Indonesia.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas erupsi Gunung Semeru masih sangat tinggi.
Data MAGMA Indonesia yang diperbarui pada Sabtu, 22 Agustus 2026, menempatkan Semeru sebagai gunung api dengan jumlah letusan terbanyak yang tercatat pada 2026.
Pada Jumat, 21 Agustus 2026 saja, MAGMA mencatat sejumlah kejadian erupsi Gunung Semeru.
Erupsi terjadi antara lain pada pukul 05:02 WIB, 05:17 WIB, 06:20 WIB, 06:31 WIB, 07:12 WIB, 08:12 WIB, 08:27 WIB, 14:43 WIB, hingga 14:45 WIB.
Pada erupsi pukul 09.17 WIB, kolom abu tidak teramati secara visual pada pukul 14:43 WIB.
Padahal pada pukul 08:27 WIB, tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 4476 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan.
Sementara erupsi yang tercatat pada pukul 08:27 WIB, 08:12 WIB dan 07.12 WIB kolom abu teramati ± 800 meter, ± 500 meter, hingga ± 700 meter.
Dan saat laporan dibuat, erupsi Semeru masih berlangsung.
Semeru Masih Jadi Gunung Api dengan Erupsi Terbanyak
Data MAGMA Indonesia menunjukkan jumlah letusan Semeru sebanyak 1.739 kali pada 2026.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan data yang sebelumnya diberitakan sejumlah media, yakni 1.726 kali.
Perbedaan angka tersebut terjadi karena aktivitas erupsi Semeru terus berlangsung dan jumlahnya diperbarui berdasarkan laporan pengamatan terbaru.
MAGMA Indonesia merupakan sistem informasi resmi yang dikelola PVMBG, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau tetap mengikuti rekomendasi dan informasi resmi PVMBG terkait perkembangan aktivitas gunung api.
