Jakarta (iddaily.net) –Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Iran atas undangan resmi untuk menghadiri rangkaian acara penghormatan bagi almarhum Ayatullah Khamenei.
Menindaklanjuti undangan tersebut, Pemerintah RI memutuskan Indonesia akan diwakili oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) di Tehran dalam seluruh agenda resmi yang telah ditetapkan Pemerintah Iran.
Pada 2 Juli 2026, Pemerintah Iran menyampaikan kepada seluruh perwakilan diplomatik di negara tersebut bahwa acara penghormatan resmi kepada almarhum akan dihadiri oleh para pejabat tinggi pemerintah pusat.
Pemerintah Iran juga menyampaikan apresiasi atas keputusan Pemerintah Indonesia yang secara resmi menunjuk Dubes RI di Tehran sebagai wakil Indonesia dalam rangkaian kegiatan penghormatan tersebut.
Sebagai bagian dari agenda resmi, pada Sabtu (4/7) pagi waktu Tehran, Dubes RI telah menghadiri acara penghormatan dan doa bersama bagi jenazah almarhum yang disemayamkan di Grand Mosalla, Tehran.
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Iran, rangkaian penghormatan kepada almarhum akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 3 hingga 9 Juli 2026, dengan berbagai kegiatan yang digelar di sejumlah kota di Iran dan Irak.
Pemerintah Iran juga menyampaikan bahwa jenazah almarhum dijadwalkan dimakamkan di Kota Mashhad pada 9 Juli 2026 setelah seluruh rangkaian penghormatan selesai dilaksanakan.
Mengenal Ayatullah Ali Khamenei
Ayatullah Ali Khamenei merupakan Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ayatullah Ruhollah Khomeini.
Dalam sistem ketatanegaraan Iran, jabatan Pemimpin Tertinggi memiliki kewenangan tertinggi di atas seluruh lembaga negara, termasuk dalam penentuan arah kebijakan strategis, komando angkatan bersenjata, serta pengangkatan sejumlah pejabat penting negara.
Sebelum menduduki posisi tersebut, Khamenei juga pernah menjabat sebagai Presiden Iran pada periode 1981 hingga 1989.
Khamenei lahir di Kota Mashhad pada 19 April 1939 dan dikenal sebagai ulama Syiah yang aktif dalam gerakan Revolusi Islam Iran 1979.
Selama lebih dari tiga dekade memimpin Iran, ia menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Timur Tengah dan memainkan peran sentral dalam berbagai kebijakan domestik maupun hubungan luar negeri Iran.
