Jakarta (iddaily.net) – Puncak musim kemarau sebagian besar diprediksi terjadi pada bulan Juli, Agustus hingga September 2026.
Peluang El Nino yang sangat kuat busa memengaruhi kondisi cuaca dan iklim selama musim kemarau.
Bahkan fenomena El Nino diperkirakan bakal bertahan hingga awal 2027.
Kondisi ini akan memperparah musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering sekaligus lebih panjang, bahkan akan memperparah pola cuaca di dunia dan mengganggu pertanian.
BMKG mengimbau masyarakat menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, terutama terkait ketersediaan air, potensi kekeringan, dan kebakaran hutan/lahan.
Bahkan BMKG menyebut anomali suhu permukaan laut (SST) di wilayah Nino 3.4 tercatat sebesar +1,61 pada periode tersebut.
Angka tersebut menunjukkan kondisi hangat yang telah melewati ambang batas Netral selama tujuh dasarian berturut-turut.
“Perubahan suhu laut di Samudra Pasifik (ENSO) dan Samudra Hindia (IOD) dapat memengaruhi pola hujan, suhu udara, hingga potensi cuaca ekstrem di Indonesia,” tulis BMKG dalam lamannya.
