Jakarta (iddaily.net) –Sembilan orang warga negara Indonesia (WNI) yang diculik pasukan Israel, kemungkinan akan sampai ke Indonesia pada Jumat Malam (22/5/2026).
Berdasarkan konfirmasi resmi dari tim hukum Global Sumud Flotilla (GSF), seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot, telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel.
Para delegasi saat ini sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.
Tim hukum terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis, termasuk WNI, dapat keluar dengan aman tanpa penundaan tambahan.
Sebelumnya, para delegasi melaporkan mengalami berbagai tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi selama penahanan, di antaranya:
– pemukulan,
– penggunaan taser dan peluru karet,
– penghinaan dan pelecehan,
– pemaksaan posisi menyakitkan,
– hingga beberapa korban mengalami luka serius dan perawatan medis.
Seluruh operasi intersepsi kapal di perairan internasional, penculikan sipil, penahanan sewenang-wenang, hingga tindakan kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Situasi masih dinamis dan proses pemulangan terus dipantau oleh tim hukum, jalur diplomatik, serta jaringan internasional pendukung flotilla.
Dukungan

Kabar penculikan sembilan WNI oleh pasukan Israel, termasuk tiga wartawan, memunculkan gelombang dukungan di Indonesia, melalui aksi demonstrasi.
Salah satunya melalui Aksi Kamisan yang digelar di berbagai kota di Indonesia. Salah satunya, Aksi Kamisan di Surabaya.
Demonstran menilai, penculikan jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya merupakan serangan terhadap hak publik atas informasi, sebagaimana dijamin oleh Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia serta Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik. Hal itu juga bagian dari upaya membungkam pemberitaan independen tentang situasi di Gaza.
