Jakarta (iddaily.net) – Lebih dari satu dekade menjadi andalan bulu tangkis Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung resmi mengakhiri perjalanannya di Pemusatan Latihan Nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pelatnas PBSI).
Mundurnya Mariska ini fokus memulihkan kondisi kesehatannya yang belum sepenuhnya membaik.
Dalam laman instagram PBSI menyebut menerima dan menghormati keputusan dari pebulu tangkis berusia 26 tahun tersebut dam menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan perjuangan Gregoria selama membela Merah Putih di berbagai ajang internasional.
PBSI juga mendoakan agar Gregoria dapat segera pulih sepenuhnya dan terus meraih kesuksesan di masa mendatang.
“Terima kasih atas dedikasi dan perjuanganmu untuk Merah Putih, Gregoria Mariska Tunjung 🇮🇩🏸
Selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI, Gregoria telah memberikan banyak momen membanggakan bagi bulutangkis Indonesia melalui kerja keras, semangat juang, dan komitmen tanpa henti di setiap pertandingan.
PP PBSI menghormati keputusan Gregoria untuk mundur dari Pelatnas demi fokus pada proses pemulihan kondisi kesehatannya. Terima kasih untuk setiap perjuangan, pengorbanan, dan inspirasi yang telah diberikan untuk badminton Indonesia.
Semoga Gregoria segera pulih sepenuhnya dan terus meraih hal-hal terbaik di masa depan❤️”.
Dilansir dari laman Antara, keputusan pengunduran diri Gregoria itu juga sudah dikomunikasikan dengan kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI, Imam Tohari.
Dalam surat pengunduran diri yang disampaikan, Gregoria mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang telah diberikan selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI.
Pengunduran diri ini dikarenakan kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo yang dideritanya.
Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 ini menderita vertigo parah sejak Maret 2025. Kondisi kesehatan yang kurang prima, membuat Gregoria juga kerap absen dari sejumlah turnamen penting.
