Aduh, inginnya menulis yang baik-baik soal Indonesia. Tapi kenyataan di depan mata tidaklah demikian. Lihat saja, Kamis (12/1) ini. Bahkan untuk membuat Panitia Khusus (Pansus) agraria DPR saja, harus di petani marah, dan merobohkan pagar gedung DPR-RI. Sepertinya, jalinan hati DPR-Pemerintah-aparat hukum dan masyarakat bertambah jauh saja.
Gampangnya begini. Kasus agraria atau pertanahan itu kan bukan kali ini saja terjadi. Coba tarik ke belakang, begitu banyak kasus berbau agraria yang terjadi di Indonesia. Terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu. Tapi (seperti kasus-kasus lain), penyelesaian kasus agraria juga tidak pernah tuntas.
Mesuji sepertinya bisa dijadikan puncak kasus agraria itu. Dan seperti banyak diberitakan, jiwa sudah melayang. Lho, kondisi sudah sedemikian porak poranda, masih saja belum dianggap penting. Perlu dirobohkan dulu pagar gedungnya, agar mau membentuk Pansus.
Payah,..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.: Halaman Populer
-
Story | Photo | Video Ketika Berlin masih terbelah oleh tembok yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat, checkpoint (poin pemeriksaan...
-
Iman D. Nugroho, Surabaya Terdakwa kasus pemotongan jari, John Refra (John Kai), Fransiscus Refra (Tito), Pedro Yanlain (Edo) dan Antonius...
-
Pelecehan terhadap tiga wartawan di Kabupaten Aceh Barat Daya oleh Bupati Abdya Akmal Ibrahim, pada Rabu (21/11) lalu berbuah perlawanan. Ti...
-
Iman D. Nugroho JFC. Jember Fashion Carnaval (JFC)-8 digelar di Jember, Jawa Timur, Minggu (2/8) ini. Dalam event itu, ditunjukkan 600-an ...
-
*Skema tilang Bila ditangkap polisi lalu ditilang, biasanya polisi menyodorkan surat tilang berwarna merah. Apakah anda tahu apa arti sur...
.: Tema
Budaya
Sosial
Jurnalistik
Hukum
Politik
Opini
Bencana
Luar Negeri
Pendidikan
Lingkungan Hidup
Olah Raga
Video Klip
Kabar Dari Seberang
Aceh
Kesehatan
Humor
Cerita Pendek
Catatan Netherlands
Mampir Berlin
Timor Barat
Catatan Iman
Kok gitu?
Teknologi Informasi
All about sex
Central Borneo
Second Opinion
Agenda
Hiburan
Jambi Sumatera
0 komentar:
Post a Comment