20 September 2011

“Pocong” tuntut usut proyek saluran air

Warga yang bermukim di kompleks Lokalisasi Tambak Asri atau Kremil, Selasa (20/9) bergejolak. Mereka berupaya menghentikan proyek galian saluran air (drainase) yang dianggap menimbulkan kemacetan dan kerugian bagi warga. Seperti pemilik usaha yang berada di sebelah proyek galian, tukang becak yang kehilangan tempat mangkal, dan pendapatan sopir bemo yang merosot karena kena macet ketika melewati proyek galian tersebut.


Perwakilan warga yang berasal dari Laskar Nagabonar dan Komunitas Peduli Kremil memusatkan aksi mereka di depan Balai RW 06 Tambak Asri. Unjuk rasa yang hanya diikuti tidak sampai 50 orang ini berlangsung damai. Mereka hanya membentangkan poster-poster berisikan tuntutan. “Stop Pengerjaan Proyek Drainase Bermasalah di Tambak Asri!”, “Ada Apa dengan Proyek Drainase di Tambak Asri?”, “Proyek Drainase di Tambak Asri = Muspro”, “Jangan Ada Lagi Korban Berjatuhan Akibat Proyek Drainase ini!” dll. Peserta aksi juga menaburkan bunga dan bubuk Abate dan bunga.


Penaburan bubuk Abate bertujuan menghindarkan genangan air pada proyek drainase menjadi sarang Nyamuk Aedes Aegypty, yang dapat menimbulkan penyakit Demam Berdarah. Apalagi mengingat, air yang menggenang di proyek tersebut sudah ada yang berwarna hitam pekat dan berbau tidak sedap. Sedangkan penaburan bunga, adalah simbol kalau proyek galian air tersebut tidak segera ditutup, dikhawatirkan dapat menimbulkan korban jiwa.

Yang menarik, selain penaburan bunga dan bubuk Abate, perwakilan peserta aksi unjuk rasa damai ada yang “berdandan” ala Pocong. Menurut Yohanes Natal Isa, perwakilan dari Laskar Nagabonar, Pocong tersebut sebagai simbol korban jiwa yang sudah ditimbulkan oleh proyek galian air tersebut. “Kami baru mendapati laporan bahwasanya ada warga yang terjatuh sampai meninggal dunia akibat terpeleset saat mengendarai sepeda motor pada saat melewati genangan lumpur dan air di wilayah Tambak Asri. Sayangnya, kami baru mendengar insiden tersebut baru-baru ini menjelang 40 hari meninggalnya si korban,” ungkap Yohanes. | Daniel Rorong

No comments:

Post a Comment

Program

Program