24 September 2011

Adu bakat Komposer ASEAN

Untuk kedua kalinya, Goethe-Institut di Asia Tenggara mengundang para komposer muda dari negara-negara ASEAN untuk turut serta dalam Kompetisi Komposisi Musik. Dalam penyelanggaraan Kompetisi Komposisi Musik 2011 kali ini, Goethe-Institut bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sebagai penghormatan terhadap negara tuan rumah, Indonesia, kompetisi ini dibuka dengan instrument Gamelan Sunda Pelog Salendro, instrumen-instrumen Barat, maupun gabungan dari keduanya.

Dewan juri internasional yang terdiri dari berbagai musisi dan komposer ternama dari 7 negara telah memilih sepuluh karya terbaik dari sekian banyak karya yang masuk dari seluruh negara ASEAN. Jumlah komposisi yang menjanjikan dari wilayah Asia Tenggara sangatlah banyak. Ini membuktikan bahwa wilayah tersebut memiliki potensial yang luar biasa dalam bidang musik kontemporer. Dari tanggal 30 September hingga 7 Oktober 2011, sebuah festival yang disertai lokakarya dan konser di Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta akan menandai puncak kompetisi bergengsi ini.

Sepuluh komposer muda terpilih dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina akan bertemu dengan dewan juri internasional untuk saling bertukar gagasan serta ikut serta dalam lokakarya dengan bimbingan dari para ahli. Goethe-Institut dengan bangga mengumumkan keikutsertaan kelompok ensemble mosaik untuk musik kontemporer dari Berlin, dan grup gamelan Kyai Fatahillah dari Bandung.

Kedua ansambel luar biasa tersebut akan membawakan karya para komposer muda untuk pertama kalinya selama lokakarya dan konser-konsernya. Setelah lokakarya, para juri akan membuat keputusan akhir dan menyerahkan hadiah uang tunai kepada tiga orang pemenang: pemenang pertama €3.000,00, pemenang kedua €2.000,00, pemenang ketiga €1000,00.

“Kami sangat gembira menyambut berbagai seniman dari beragam latar belakang budaya, generasi, dan jam terbang ini, yang akan berkumpul untuk menciptakan karya-karya musik yang menggunakan berbagai macam instrumen Barat dan Indonesia,” kata ujar Franz Xaver Augustin, Direktur Regional Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru. Berbagai tantangan baru dan kreasi unik seakan menanti untuk sebuah petualangan yang penuh semangat. | Press Release

No comments:

Post a Comment