20 December 2010

Mengapa kupecat sekretarisku

Kiriman Idah Ernawati

Namaku Azrul. Ini adalah cerita yang berakhir dengan pemecatan sekretaris pribadiku, Alfi. Minggu lalu adalah Ulang tahunku yang ke-35. Pagi hari di hari 'H' ulang tahun, aku berharap istriku mengingat hari istimewa ini, dan mengucapkan "selamat ulang tahun" dengan penuh mesra. "Selamat ulang tahun, sayang,"


Namun itu tidak terjadi! Istriku diam saja ketika bertemu beberapa kali di dapur dan waktu sarapan pagi. Tidak sepatah kata pun yang "berbau" ulang tahun, darinya. :( Hal yang sama juga ditunjukkan anak-anakku! Tidak satu pun dari mereka yang mengucapkan "selamat" ketika bertemu denganku. Akhirnya aku berangkat kerja dengan rasa sedih.

Semua berubah saat Alfi bertemu denganku. Dengan senyuman ramah, Alfi yang hari itu berpakaian putih-putih menyambutku. "Pagi pak, selamat ulang tahun," katanya sambil menjabat tanganku. Luka yang kudapat dari keluarga pun sedikit terobati. "Terima kasih ya," kataku pelan. Senyum terkulum.

Jam makan siang, Alfi mengetuk pintu ruanganku dan mengajakku makan siang. "Apakah bapak tidak sadar, hari ini begitu cerah, hari ultah Pak Azrul, mari kita lunch," ajaknya. Aku mengiyakan. "Wow itu ide yg baik! Ok, mari kita lunch."

Usai lunch, Alfi justru mengajakku untuk tidak kembali ke kantor. ""Kita tidak perlu kembali ke kantor kan pak?" katanya sedikit memelas. Saya mengangguk. Dia mengajakku ke apartemenya. "Pak, tunggu sebentar ya,saya mau ke ruang tidur melepaskan sesuatu agar lebih nyaman."

"Tentu saja," aku menyahut. Aku pun bersiap-siap untuk "sajian istimewa" yang akan aku dapatkan. Tanpa sehelai benang pun menempel, aku rebahan di sofa ruang tamu Alfi. Setelah 5 menit berselang, Alfi keluar kamar sambil membawa kue ulang tahun, plus lilin menyala di atasnya. Di belakangnya, ada istri, anak-anak dan sejumlah rekan kerjaku.

Surprise!!! Aku terkejut, begitu juga Alfi, istri, anak-anak dan rekan kerjaku yang melihatku telanjang di atas sofa.

:)

No comments:

Post a Comment

Program

Program