26 December 2009

Koin Cinta Bilqis Sebuah Seruan Asli?

Iman D. Nugroho

Dear all, mohon bantuan dan supportnya. Saat ini Bilqis berusia 16 bulan, dia menderita atresia billier (penyumbatan sal.empedu) dengan sirosis hepatis progresif. Kondisi kesehatannya sudah memasuki tahap akhir dan harus segera menjalani transplantasi hati yang mmbutuhkan dana berkisar RP.1 miliar.

Sebuah pesan sederhana, masuk melalui Inbox FB penulis pada 26 Desember jam 19.00 malam. Pesan yang bercerita tentang nasib seorang anak bernama Bilqis itu, bagi penulis, sangat menyentuh. Kedua orang tua Bilqis, sudah kehabisan akal menyelamatkan anaknya. dengan berbagai cara terapi. Tapi tetap tidak bisa menyembuhkan sakit yang diderita Bilqis.

"Namum kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk transplant," tulis seseorang dengan account Koin Cinta Bilqis. Karena itu, untuk menolong Bilqis, didirikan sebuah posko di Jl. Kramat Sentiong gang Mesjid RT.007 RW 06 E87F. Posko itu adalah pusat gerakan membantu bayi Bilqis ini. Tidak hanya itu, juga disertakan nomor rekening BCA atas nama Dewi Farida, yang tidak lain adalah ibu dari Bilqis.

Dijelaskan pula, Bilqis sedang dirawat di RS.Mitra Keluarga Kelapa Gading, karena kondisinya sedang menurun. "Informasi mengenai keadaan bilqis bisa diakses melalui http://m.facebook.com/profile.php?rb76d8ad6&id=375429210620&v=info&refid=17dan untuk informasi detilnya dapat dihubungi melalui no 081318704798, milik Dewi Farida.

Entah, bagaimana tiba-tiba email itu bisa begitu saja masuk ke FB. Tapi yang pasti, untuk mengecek kebenaran itu, penulis sebuah coba mengunjungi alamat FB itu dan menelepon ke nomor HP yang diberikan. Anehnya, tidak ada yang menjawab. Tak lama berselang, permintaan pertemanan (baca ADD) yang masuk ke FB. "Saya tadi mencoba menelepon, tapi tidak ada yang menjawab, Apakah ini sebuah hal benar, atau tidak?" penulis coba menegaskan.

Apa yang dilakukan pendukung Bilqis, bisa jadi terinsporasi oleh gerakan Koin Keadilan Prita Mulyasari. Terdakwa kasus pencemaran nama baik RS. Omni International, yang dituntut menggunakan UU. ITE. Gerakan koin Prita, menghasilkan Rp.800 juta lebih. Tidak ada yang salah dalam gerakan ini, bila memang apa yang diinformasikan dalam email itu adalah sebuah kebenaran. Memang hal ini perlu dikonfirmasi. Sejauh ini, upaya menelepon belum membuahkan hasil.

Apa itu Atresia Bilier, penyakit yang diderita Bilqis? Atresia Bilier adalah suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal. Hal ini disebabkan adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu di dalam maupun di luar hati.

Ciri fisik bayi yang terkena atresia bilier adalah gelapnya air kemih bayi, dengan kotoran bayi berwarna pucat. Sekujur kulit bayi kebanyakan akan berwarna kuning, dengan tidak adanya pertambahan berat badan dan pebesaran hati. Bila bayi mencapai 2-3 bulan, akan timbul gatal-gatal, rewel dengan tekanan darah pada vena porta (pembuluh darah yang mengangkut darah dari lambung, usus dan limpa ke hati), akan meninggi.

Pengobatan bisa dilakukan dengan mengganti saluran empedu yang mengalirkan empedu ke usus. Tetapi prosedur ini hanya mungkin dilakukan pada 5-10% penderita. Ada juga proses pembedahan, untuk melompati atresia bilier dan langsung menghubungkan hati dengan usus halus. Pembedahan ini disebut Kasai. Pembedahan akan berhasil jika dilakukan sebelum bayi berusia 8 minggu. Biasanya pembedahan ini hanya merupakan pengobatan sementara dan pada akhirnya perlu dilakukan pencangkokan hati.

Semua proses itu mensyaratkan adanya dan yang tidak sedikit. Karena itulah, kemungkinan, Koin Cinta Bilqis ini dibuat. Tapi, sampai kini belum terjawab, apakah ini seruan asli, atau tidak. Semoga ada penjelasan soal ini,..

8 comments:

  1. sepertinya confirmed.
    Pagi ini ditayangkan di TVOne...
    matanya kuningg banged, dan perutnya bengkak.

    kasian sekali.

    satu lagi yg perlu dibantu, yg beritanya juga nongol di kompas pagi ini. Umi bocah 12th, dari Sulawesi. terinfeksi ulat sampai ke lehernya. sempat kritis, tapi terpaksa dibawa pulang karena kurang biaya.

    sungguh miris...

    ReplyDelete
  2. Jessica12:24 pm

    Benar sekali, barusan ditayangkan juga di AnTV berita tentang keduanya, benar adanya dan mereka sangat membutuhkan bantuan.

    Yang Bilqis ada no rekening BCA dan 2 posko: 1 di Kramat Sentiong dan 1 di Limo, Cinere. Sangat mudah apabila kita terketuk untuk memberikan bantuan. Dana yang dibutuhkan untuk operasi sekitar 1,2 Milyar dan bantuan yang sudah didapat sampai saat ini baru sekitar 50 juta.

    Kondisi anak yang di Mamuju, Sulawesi sangat sangat menyedihkan, sudah 2 tahun menderita luka tapi karena ketiadaan biaya maka tidak mendapatkan pengobatan sehingga kondisi luka semakin parah terinfeksi hingga muncul belatung (bahkan belatungnya sudah berjumlah 100-an dan hidup di dalam luka tersebut). Sayang tidak ada informasi no rekening ataupun posko, apabila mau membantu agak sulit, mungkin akan dijelaskan di berita selanjutnya atau dapat menghubungi redaksi TVOne atau AnTV.

    "In this life we cannot do great things. We can only do small things with great love." Mother Teresa

    God Bless

    ReplyDelete
  3. Anonymous5:41 pm

    Terus terang saya ingin sekali membantu,tapi mau kirim kemana??saya takut kalo sudah transfer ternyata hanya kerjaan oknum yang mengatasnamakan bilqis.. Dari mana saya bisa dapat informasi yang benar dan akurat??

    ReplyDelete
  4. iyah rekeningnya kemana yah?

    ReplyDelete
  5. Sebelumnya, makasih buat Mas Iman D Nugroho yang dah posting infonya Bilqis. Jujur aq baru taunya ya pagi tadi ( Minggu, 31/01/2010 ) di TV One. Saya sebagai bunda dari 3 anak, sampe' nangis gak henti liat fisiknya Bilqis. Bersyukur banget dapat karunia anak2 yang sempurna. Karenanya, langsung pagi tadi juga, aq sms in grup bisnis onlineku utk add FB nya KOIN CINTA BILQIS. Insya Alloh dalam waktu dekat kami akan ikut partisipasi dalam gerakan itu. Selagi masih ada umur dan ada rejeki lebih, kenapa gak kita sumbangkan utk orang yang lebih membutuhkan, dalam hal ini Bilqis. From bottom heart, get well soon ya cantikku Bilqis. May Alloh Bless You, Amiin.

    ReplyDelete
  6. Anonymous1:47 pm

    semoga bapak/ibu tabah menghadapi cobaan ini

    ReplyDelete
  7. Julie4:56 pm

    Saya orang tua yg pernah mengalami seperti Ibu Farida, Saya orang tua Almarhumah Raisha Aulia Putri yg menderita Atresia Billier namun ia tdk sempat dioprasi Kasai karena kami baru mengetahui setelah 2,5 bln.
    Tetapi selain berobat ke Paviliun Tumbuh Kembang - RSCM saya juga berobat ke klinik Dr Srimantoro, Alhamdulillah setelah 2-3 bln Raisha sudah bisa merangkak bahkan perutnya mengempis ( walaupun kami anggap masih besar) jujur saya katakan Raisha meninggal bukan karena penyakitnya itu tetapi meninggal karena tertular disentri karena saat itu kakaknya sedang sakit ( mungkin karena serumah ). Allah Maha Penyayang, Dia tidak menginginkan Raisha terlalu menderita. Untuk Ibu dan bapak bersabarlah Insya Allah dengan sedikit rejeki saya ikut membantu. Sejak tampil beritanya di TV ( terutama RCTI ) selepas sholat saya selalu mendoakan Bilqis semoga Allah memberikan mukjizat serta rejeki untuk menolong. Bilqis yang sabar ya sayang ...

    ReplyDelete
  8. tolong informasikan keadaan sebenarnya bayi bilqis, apakah terjadi penyumbatan saluran empedu atau tidak adanya saluran empedu...???
    kalau kondisinya adanya penyumbatan saluran empedu, saya pernah mengalami hal seperti itu pada bulan januari 2008. Kondisi saya pun sama mata kuning, seluruh tubuh menjadi kuning karena angka billirubin saya mencapai 18 dan menurut dokter yang merawat saya ( Dr. Tito SpPD), Terjadi penyumbatan saluran empedu dan harus segera diOperasi.
    Karena tidak adanya biaya, maka saya memutuskan untuk berobat alternatif dan alhamdulillah pada bulan mei 2008 angka billirubin saya 0. Mungkin dengan sedikit cerita pengalaman yang pernah saya alami akan menjadikan sebuah pertimbangan untuk melakukan pengobatan alternatif bila keadaannya tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi.
    Benny Cahyadi.....
    E-mail : Diandraeryadi@yahoo.co.id

    ReplyDelete

Program

Program