26 April 2009

Mega-Prabowo Meminta Tidak Ada Lagi Modus Politisasi Hukum

Iman D. Nugroho

Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dan Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subiyanto meminta tidak ada pihak-pihak yang menggunakan hukum untuk kepentingan politik. Seperti yang dialami aktivis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Bogor, Minggu pagi ini. "Harus tidak ada modus menggunakan hukum untuk kelompok yang memiliki aspirasi politik yang berbeda," kata Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Fadli Zon usai mengikuti pertemuan antara Megawati-Prabowo di rumah Megawati di Jl. Teuku Umar, Jakarta, Minggu (26/4) ini.


Sinyalemen keras Mega-Prabowo Minggu ini dipicu oleh penangkapan Ketua DPP PPP Emron Pangkapi oleh tim satuan khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) di Bogor Sabtu malam lalu. Emron dianggap terkait kasus penyalahgunaan kredit usaha tani (KUT) di Kabupaten Sungai Liat, Bangka Belitung pada 1999 lalu. Penangkapan itu menurut Fadli Zon diindikasikan karena PPP memiliki aspirasi politik yang berbeda dengan pemerintah. "Kalau hal ini diteruskan, maka akan mampu mencederai demokrasi di Indonesia," kata Fadli Zon.

Selain peristiwa penangkapan itu kata Fadli, pihak Partai Gerindra juga mengalami berbagai peristiwa teror dari pihak-pihak yang tidak diketahui. Seperti yang dialami Fadli Zon sendiri. Rumahnya diduga dibakar oleh orang yang tidak dikenal. Sejumlah 10 ribu buku miliknya yang ketika itu disimpan di rumah. Bahkan, anak terakhir Fadli Zon pun juga hampir menjadi korban dalam peristiwa itu. "Meski demikian, Ketua Partai Gerindra Prabowo tidak merasa gentar dengan hal itu dan terus meneriakkan hal-hal yang kami anggap benar," kata Fadli Zon.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan PDI Perjuangan, Cahyo Kumolo menjelaskakn, juga ada persoalan lain yang tak kalah dibicarakan Mega dan Prabowo. Yakni persoalan kasus Daftar Pemilih Tetap (DPT). Mega dan Prabowo sepakat agar DPT diperbaiki. "Bila tidak diperbaiki, maka akan semakin banyak kericuhan dalam pemilu mendatang," kata Cahyo Kumolo. Untuk memantapkan hal itu, Mega-Prabowo menginginkan adanya koalisi yang lebih besar. Untuk itu, pertemuan keduanya akan dilanjutkan Selama minggu depan.

Dalam pertemuan itu, bukan tidak mungkin akan hadir pula beberapa tokoh politik lain dari berbagai partai dan kelompok. "Bisa jadi, semua tokoh politik akan berkumpul pada saat itu, dan kita akan membuat koalisi yang lebih besar," kata Pramono Anung.

No comments:

Post a Comment

Program

Program