Iman D. Nugroho
Wadah itu bernama hati,..
Ukurannya selalu sama. Meski tak besar, tapi mampu menampung cakrawala.
Meski kadang sebagai manusia selalu merasa kurang dibuatnya.
Tidak sadar, hati lebih bisa me-rasa semuanya.
Bisakah kau ukur besarnya rasa?
Tak jarang hati terporak poranda
Tak sedikit juga yang membatu karena rindu.
Sebagian memendar berpijar-pijar.
Hatiku, mati terbunuh sepi.
Tuhan memanggil, tapi terlanjur tuli.
Dua purnama tak lagi terasa.
Bedug bertalu, bertabuh pilu.
Dan hati pun melesak ragu.
Tak pernah tumbuh nestapa, bila ingat perjalanan sore ini.
Mengangguk mengiyakan nasib, menerima lapang apapun hasilnya.
Karena hati selalu tergenang lega.
Lega yang beriak.
Lega yang dalam.
Menenggelamkan segala rasa.
Yogyakarta
April 09
07 April 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.: Halaman Populer
-
Iman D. Nugroho Jadi, rencana kedatangan Maria Ozawa atau Miyabi ke Indonesia, mau tidak mau menciptakan pro dan kontra. Apapun itu, Miyabi...
-
Iman D. Nugroho JFC. Jember Fashion Carnaval (JFC)-8 digelar di Jember, Jawa Timur, Minggu (2/8) ini. Dalam event itu, ditunjukkan 600-an ...
-
*Sudah ada beberapa perubahan naskah di tulisan ini. Penggunaan kata "prasejarah", telah dihapus. Dengan ini kesalahan telah diperbaiki. Pe...
-
SHOLAT IED KORBAN LUMPUR. Masyarakat Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo yang juga korban semburan lumpur Lapindo d...
-
Story | Photo | Video Ketika Berlin masih terbelah oleh tembok yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat, checkpoint (poin pemeriksaan...
.: Tema
Budaya
Sosial
Jurnalistik
Hukum
Politik
Opini
Bencana
Luar Negeri
Pendidikan
Lingkungan Hidup
Olah Raga
Video Klip
Kabar Dari Seberang
Aceh
Kesehatan
Humor
Cerita Pendek
Catatan Netherlands
Mampir Berlin
Timor Barat
Catatan Iman
Kok gitu?
Teknologi Informasi
All about sex
Central Borneo
Second Opinion
Agenda
Hiburan
Jambi Sumatera
Malaysia
0 komentar:
Post a Comment