Iman D. Nugroho, Surabaya
Pemerintah Kota Surabaya menempati peringkat ke-31 dalam Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia 2008. Dari 50 kota se-Indonesia yang disurvei Transparency International Indonesia (TII), Surabaya hanya mendapatkan skor 4,26. Skor itu di bawah Malang, Jember dan Kediri yang menempati urutan ke-13, 14 dan 15. Sementara itu, Kota Jogjakarta, Palangkaraya dan Banda Aceh menempati tiga besar dengan nilai tertinggi 6,43 yang didapatkan Jogjakarta. Urutan terbawah ditempati oleh Kupang, Tegal dan Manokwari. “Data ini menunjukkan , Pemerintah Kota Surabaya belum serius melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di Surabaya,” kata Anita Rahman Akbarsyah dari TII, Kamis (5/2) ini di Surabaya.
Lebih jauh Anita menjelaskan, data yang dilansir TII ini adalah fakta bahwa masih ada penjabat pemerintah Surabaya yang terjebak dalam prilaku korupsi. Salah satu contohnya adalah kasus korupsi yang melilit Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Kota Surabaya. Seperti diketahui, kasus itu menyeret Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Surabaya Bunari dengan jumlah uang Negara yang dikorupsi sebesar Rp. 1,5 miliar. Sebelumnya, kasus korupsi juga terjadi di dermaga Kalimas Pelabuhan Antar Pulau Tanjung Perak Surabaya. Dalam kasus itu, enam pegawai negeri sipil diperiksa secara intensif karena diduga terlibat pungutan liar.
Selain mengukur tingkat korupsi di 50 kota di Indonesia, TII juga mengungkapkan indeks suap yang terjadi di 15 institusi public. Yang mengejutkan, institusi kepolisian menempati posisi teratas, dengan nilai rata-rata uang transaksi korupsi yang beredar sebesar Rp.2.273.000,-. Namun, jumlah uang yang paling besar justru terjadi di pengadilan di Indonesia. Jumlah rata-rata uang yang beredar hingga mencapai Rp.102.412.000,- Uniknya, korupsi juga terjadi di Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan jumlah uang korupsi sebesar Rp.1.678.000,-.
Wakil Walikota Surabaya, Arief Affandi berkomentar datar atas data yang ditunjukkan oleh TII ini. Menurut mantan pimpinan redaksi sebuah media terbesar di Jawa Timur ini, pemerintah memang membutuhkan koreksi terus menerus dari masyarakat. “Ini semacam evaluasi bagi pemerintah kota, dan kami memastikan akan ada sanksi dari pemerintah kepada oknum pelaku korupsi yang terungkap, pasti akan kita pecat,” kata Arief Affandi. Arief mencontohkan kasus yang menimpa Kadishub Surabaya, Bunari. “Kalau memang polisi menentukan Bunari bersalah, pasti akan kita sanksi,” katanya.
Sementara itu Gunawan Hadi Susilo, Kepala Bagian Pengawasan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) mengatakan Indonesia masih menghadapi berbagai kendala pemberantasan korupsi. Mulai aspek strukturan, kulturan, instrumental dan manajemen. “Seperti lemahnya koordinasi, sifat ewuh pakewuh hingga peraturan yang tumpang tindih, ini harus kita akui,” katanya. Meski demikian Menpan meyakinkan adanya percepatan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. “Dan ini adalah upaya bersama, tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja,” katanya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.: Halaman Populer
-
Iman D. Nugroho Jadi, rencana kedatangan Maria Ozawa atau Miyabi ke Indonesia, mau tidak mau menciptakan pro dan kontra. Apapun itu, Miyabi...
-
Iman D. Nugroho JFC. Jember Fashion Carnaval (JFC)-8 digelar di Jember, Jawa Timur, Minggu (2/8) ini. Dalam event itu, ditunjukkan 600-an ...
-
*Sudah ada beberapa perubahan naskah di tulisan ini. Penggunaan kata "prasejarah", telah dihapus. Dengan ini kesalahan telah diperbaiki. Pe...
-
SHOLAT IED KORBAN LUMPUR. Masyarakat Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo yang juga korban semburan lumpur Lapindo d...
-
Story | Photo | Video Ketika Berlin masih terbelah oleh tembok yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat, checkpoint (poin pemeriksaan...
.: Tema
Budaya
Sosial
Jurnalistik
Hukum
Politik
Opini
Bencana
Luar Negeri
Pendidikan
Lingkungan Hidup
Olah Raga
Video Klip
Kabar Dari Seberang
Aceh
Kesehatan
Humor
Cerita Pendek
Catatan Netherlands
Mampir Berlin
Timor Barat
Catatan Iman
Kok gitu?
Teknologi Informasi
All about sex
Central Borneo
Second Opinion
Agenda
Hiburan
Jambi Sumatera
Malaysia
0 komentar:
Post a Comment