Menghentikan semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, ternyata bukan hal yang tidak mungkin. Sebuah buku berjudul (mem)Bunuh Sumur Lapindo yang ditulis oleh Gerakan Menutup Lumpur Lapindo, menjelaskan secara rinci dan detail langkah-langkah menghentikan semburan lumpur itu.
Buku yang merupakan kumpulan pokok pikiran dari 12 tokoh nasional itu coba mengulas tuntas persoalan yang melilit, setelah lumpur panas dan berbahaya itu menyembur di Desa Siring, Porong. Tokoh-tokoh seperti Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Ir.Salahuddin Wahid, Dr. Tjuk Kasturi Sukiadi, Dr. Rudi Rubiandini, Dr. Suparto Wijoyo, Dr. Wibisono, Ir. Mustiko Saleh, Ir. Kersam Sumanta, Letjend. Mar (Purn) Suharto, Prastiyo, Peter A. Rohi dan M. Deddy Yulianto, "menyelami" lumpur yang membuat belasan ribu orang diusir dari tempat tinggalnya itu.
Pertanyaannya, maukah pemerintah mendengar dan melakukannya?
Tahap Pertama: Membuat lubang komunikasi dari permukaan ke sumber semburan atau lebih bawahnya.
Bila memungkinkan, langkah itu bisa dilakukan melalui sumur yang ada (Banjarpanji-1) dengan menggunakan "snubbing unit" atau "small rig". Upaya ini pernah dilakukan oleh Tim Nasional (Timnas) Semburan Lumpur. Namun, karena di dalam lubang masih terdapat "fish" (besi pemboran yang ditinggalkan di dalam lubang) dan casing (pipa pelindung lubang) yang rusak, maka hal itu sepertinya tidak mungkin dilakukan.
Pilihan lain adalah membuat sumur baru yang jaraknya cukup jauh, di areal yang memiliki tanah yang masih relatif stabil. Di lokasi itu dilakukan pemboran miring atau dikenal sebagai "relief well". Upaya ini juga pernah dilakukan oleh Timnas, namun tidak efektif. Banyak hal-hal non teknis yang mengganggu pelaksanaan program ini. Sebagai gambaran, Rig Century yang disewa dari Australia hanya bekerja efektif sekitar 2 bulan, dari 6 bulan keberadaannya di lapangan. Lebih parah lagi, Rig punya Pertamina hanya memiliki kesempatan 2-3 minggu dari 5 bulan keberadaannya di lapangan.
Tahap Kedua: Mematikan sumber semburan.
Menginjeksikan lumpur yang memiliki berat jenis tinggi, sehingga ketika bercampur dengan cairan pada sumber semburan akan menghasilkan lumpur yang mampu mengimbangi tekanan semburan.
Bila tidak berhasil, dapat menggunakan metode mengalirkan air panas asing dari sumbernya ke permukaan melalui sumur "relief well". Kegiatan ini bisa dipercepat dengan mengggunakan pompa berukuran besar. Diperkirakan bisa mengurangi tekanan dan aliran ke arah saluran yang selama ini menyembur tidak terkontrol.
Cara terakhir bila dua metode di atas tidak berhasil adalah mematikan sumber semburan dengan menggunakan bahan peledak. Bahan peledak akan meruntuhkan lapisan di sekitar pusat semburan.
Pertamina diusulkan sebagai pelaksana kegiatan penutupan lumpur Lapindo. Selain BUMN milik pemerintah, Pertamina juga dianggap memiliki peralatan dan saranan yang diperlukan. Pelaksanaan membunuh Sumur Lapindo, diperkirakan hanya membutuhkan waktu dua bulan lamanya. Sumber pendanaan bisa digali dari swadaya masyarakat, APBN, APBD kota/kabupaten se-Jatim, sumbangan dari perusahaan nasional, perusahaan asing dan lembaga donor luar negeri.
saya punya pendapat. bagaimana jika disekitar lubang semburan utama diberi pembatas sesuai besar lobang, pembatas yang tinggi dan kuat. hal ini dikarenakan sifat lumpur yang dapat mengeras, sehingga menjadi penutup buat lubang itu sendiri. jadi pembatas tersebut dibuat sebagai batasan agar lumpur tidak keluar dari pembatas dan terus naik sebatas tinggi pembatas tersebut. lumpur akan mengeras, dan akan menjadi penutup buat lubang itu. ini hanya usulan, dan semoga ada usulan yang lebih baik. supaya lumpur berhenti. thx.
Seandainya pertarungan Tyson dan Holyfield digelar di Stadion Manahan Solo atau di Lapangan Simpang Lima Semarang dan disaksikan Kapolda Jateng Alex Bambang Riatmodjo, bisa jadi, Mike Tyson segera menjalani proses verbal di polsek terdekat.
Kumpulan informasi tentang tentang Wolrd Cup 2010 Afrika Selatan. Plus, panduan bagi penggila bola yang gemar mengadu nasib tebak skor.
Atmosphere
Syarief Wadja Bae
Kubaca lagi tulisanmu. Kemudian aku simpulkan, sebenarnya jalan kita sama, hanya saja cara kita beda dalam memahami rambu-rambu.
My Family
Balgis Muhyidin
Mungkin judul tulisan ini, Nasibmu TKI (Tenaga Kerja Indonesia) seolah olah menyatakan bahwa saya tidak berpihak kepada mereka.
Photo Corner
Fully Syafi
Keindahan dan kemewahan sel Artalita Suryani atau Ayin di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta, membuat saya ingin menyuguhkan "keindahan" sel yang sebenarnya.
Book For Good
Lasmi berhasil. Warga tersadar akan pentingnya organisasi buruh tani dan petani penggarap. Mereka ingin memperoleh bagi hasil secara adil dengan pemilik tanah,..
Badai ini tak kalah heboh dari badai yang terjadi dua pekan sebelumnya.
Download
Want to know about Indonesia? Please see this movie.
Focus
Organisasi lingkungan Internasional, Greenpeace mencatat beberapa poin penting yang dikatakan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Copenhagen.
Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi terlibat kasus Bank Century?
Netter Said
"Selamat Ultah untuk Iddaily.net. Menurutku, perlu pembenahan untuk mengenalkan IDDAILY pada publik agar lebih tahu lebih luas. Salut pada citizen jurnalismnya. Lain kali Aku masukin tulisan di sini dan harus dimuat! Hehe,.."
saya punya pendapat.
bagaimana jika disekitar lubang semburan utama diberi pembatas sesuai besar lobang, pembatas yang tinggi dan kuat. hal ini dikarenakan sifat lumpur yang dapat mengeras, sehingga menjadi penutup buat lubang itu sendiri. jadi pembatas tersebut dibuat sebagai batasan agar lumpur tidak keluar dari pembatas dan terus naik sebatas tinggi pembatas tersebut. lumpur akan mengeras, dan akan menjadi penutup buat lubang itu.
ini hanya usulan, dan semoga ada usulan yang lebih baik. supaya lumpur berhenti. thx.