03 December 2006

Korban Ledakan Lapindo Menjadi 13 Orang

:: Do not republish. If you like to republish, please contact id_nugroho@yahoo.com, id_nugroho@telkom.net or call mobile phone: +62-81-6544-3718 ::


Photo by Reuters/Yahoo

Jumlah korban tewas pasca meledaknya pipa gas Pertamina di sekitar lokasi semburan lumpur panas dan gas beracun Lapindo terus bertambah. Minggu (3/11) dini hari ini, Eko Riyandi,43, salah satu korban terparah yang dirawat di RSU Dr.SOetomo Surabaya meninggal dunia. Luka bakar di tubuhnya yang mencapai 52 persen dan menciptakan kegagalan multi organ (multy organ failure) membuat Eko tidak tertolong.

Juru bicara RSU Dr.Soetomo, Dr.Urip Murtejo mengungkapkan multy organ failure adalah penyebab utama meninggalnya Eko. Upaya dokter untuk menyelamatkan nyawa Eko gagal karena terlalu banyak organ yang rusak. "Akhirnya Eko meninggal dunia Minggu malam sekitar pukul 02.00 WIB," kata Dr. Urip Murtejo pada The Jakarta Post, Minggu (3/11) ini. Kematian Eko mengejutkan tim dokter yang merawatnya. Karena sejak pertama diwarat di RS itu, Eko selalu menunjukkan perkembangan positif.

Seperti diberitakan The Jakarta Post sebelumnya, ledakan pipa gas Pertamina yang terjadi Rabu (23/11) lalu di Porong, Sidoarjo menyebabkan tujuh orang tewas seketika. Sejumlah 14 orang dirawat di RS karena luka-luka di sekujur tubuhnya. Dua korban luka terparah Andri Kuntoro (Karyawan perusahaan keamanan Fergaco) dan Eko Riyandi (Karyawan CV. Guna Bangun Pratama) dirawat di RSu. Dr. Soetomo Surabaya, sementara sisanya dirawat di RSUD Sidoarjo.

Dalam keterangan persnya, Dr.Urip Murtejo mengatakan dua pasien yang dirawat di RS tempatnya bekerja menjapai 50-80 persen. "Kondisinya parah karena blast injuries 50-80 persen, kita khawatirkan akan terjadi multy organ failure, namun semoga seja tidak terjadi," kata Urip. Namun harapan tinggal harapan, Andri Kuntoro menghembuskan napas terakhir pada Rabu (29/11) lalu. Dan Eko Riyandi menyusulnya pada Minggu ini.

Keluarga Eko sangat terpukul dengan kematian petugas supervisi tanggul utama proyek penanggulangan semburan lumpur Lapindo ini. Apalagi, ketika peristiwa itu terjadi, istri Eko Nurul Hasanah sedang hamil tua. Bahkan, Sabtu malam menjelang kematian Eko, Nurul sedang mempersiapkan kelahiran anak ketiganya di Malang, Jawa Timur. Tuhan berkehendak lain, belum juga bayi itu lahir, Eko meninggal dunia, meninggalkan Nurul dan dua anaknya, Rio Adam F,10, dan Firda Amalia Hapsari,12. Jenazahnya dikebumikan di daerah Candi, Sidoarjo.

Sementara itu, hingga Minggu ini semburan lumpur Lapindo masih terjadi. Tol Porong-Gempol yang tertutup luberan lumpur dari pond utama pasca ledakan masih tidak bisa digunakan. Upaya pencarian satu korban hilang terkubur lumpur oleh tim Search and Rescue (SAR) sudah dihentikan. Di jalan raya Sidoarjo-Porong, ratusan personel Dalmas dan Brimob Polda Jatim terlihat berjaga-jaga untuk mengantisipasi isu demonstrasi besar yang akan dilakukan masyarakat menyangkut tidak adanya kejelasan ganti rugi oleh Lapindo Brantas inc.

No comments:

Post a Comment

Program

Program