Jakarta (iddaily.net)- Seseorang bernama John Greenewald dari The Black Vault mengirim surat resmi ke NASA pada Januari 2026.
Ia meminta catatan tentang rencana instansi jika mendeteksi intelijen luar angkasa atau kehidupan non terrestrial.
Permintaan tersebut mencakup protokol pelaporan internal dan koordinasi dengan Gedung Putih hingga Departemen Pertahanan.
NASA memberikan nomor pelacakan resmi, 26-00374-F-HQ, untuk memproses permintaan dokumen rahasia tersebut.
Tim IT NASA mulai memeriksa akun email para pejabat tinggi di lembaganya, sebagai standar.
Termasuk Mary Voytek dan Lindsay Hays.
Mary adalah ilmuwan senior di NASA, fokus di bidang astrobiologi (pencarian kehidupan di luar Bumi).
Cukup high-level di organisasi.
Sementara Lindsay, peneliti NASA yang terlibat dalam studi biosignature, habitability, dan hal-hal terkait kemungkinan kehidupan di planet lain.
NASA menggunakan kata kunci khusus: “discovery comms protocol development” untuk menyaring data.
Ditemukan total sekitar 12 halaman yang dianggap relevan dengan topik komunikasi alien tersebut.
NASA meninjau setiap halaman untuk menentukan mana yang boleh diketahui publik dan mana yang harus tetap rahasia.
NASA memutuskan untuk menahan beberapa informasi berdasarkan aturan hukum “Exemption 5”.
Alasan penyensoran adalah untuk melindungi proses pengambilan keputusan internal agar staf tetap bebas berpendapat.
Informasi sensitif seperti password rapat dan nomor telepon pribadi juga disensor (Exemption 6).
Hasilnya, ada halaman yang dirilis penuh, namun ada juga yang banyak berisi coretan hitam atau sensor.
Rapat Rahasia
Sebuah undangan rapat Microsoft Teams terjadwal untuk tanggal 3 Juni 2025 pukul 15.00.
Peserta rapat terdiri dari ahli astrobiologi, komunikator, dan penasihat senior NASA.
Daniella Scalice sebagai pengatur rapat mengundang tim untuk menyusun kerangka kasar protokol komunikasi ET.
Rapat sempat diatur ulang jadwalnya karena ada pengarahan mendadak lainnya di markas NASA.
NASA sadar penemuan bisa sangat bervariasi, mulai dari yang dekat di Tata Surya hingga di galaksi jauh.
Objeknya bisa berupa mikroba kecil, fosil purba, atau bahkan makhluk cerdas mirip manusia (humanoid).
Tanda-tandanya bisa lewat molekul kimia di atmosfer atau sinyal teknologi yang tak sengaja tertangkap.
Karena kemungkinannya luas, protokol komunikasi yang dibuat harus bisa merespons semua skenario tersebut.
Komunitas Ilmiah
Ilmuwan harus siap melakukan interpretasi data dengan standar ketat sebelum mengumumkannya.
Diperlukan waktu dan ruang untuk melakukan verifikasi agar hasil penemuan benar-benar akurat.
NASA menekankan pentingnya mencapai konsensus atau kesepakatan di antara para ahli di seluruh dunia.
Digunakan alat seperti “Tangga Deteksi Kehidupan” (Ladder for Life Detection) untuk mengukur kepastian bukti.
Reaksi Publik
NASA mempertimbangkan perbedaan ekonomi, ras, dan budaya dalam cara masyarakat menerima berita alien.
Tujuan utamanya adalah memastikan semua orang mendapatkan informasi yang benar dan adil.
NASA ingin menciptakan budaya perayaan daripada ketakutan atau kepanikan massal.
Dukungan diberikan agar masyarakat bisa memaknai penemuan ini sesuai keyakinan dan latar belakang mereka.
NASA telah memimpin upaya pencarian kehidupan luar angkasa sejak akhir tahun 1990-an lewat program Astrobiologi.
Sebagai merek global, NASA dianggap sebagai suara paling tepercaya untuk mewakili kemanusiaan.
Nilai inti yang dipegang adalah mengejar keunggulan, evaluasi diri, dan menghormati keberagaman.
NASA bertindak sebagai mitra yang menyediakan akses ke pakar ilmiah untuk menjelaskan konteks penemuan.
Hubungan dengan Agama dan Budaya
NASA menjalin dialog dengan lembaga teologi untuk membahas dampak penemuan alien terhadap iman manusia.
Kerjasama juga dilakukan dengan bangsa-bangsa asli seperti Navajo Nation untuk perspektif budaya.
Diskusi etika dan agama dilakukan melalui program di Library of Congress dan organisasi ilmiah.
Semua ini bertujuan agar makna penemuan kehidupan luar angkasa dapat dipahami secara mendalam oleh semua lapisan.
Protokol yang Terus Berkembang
Protokol komunikasi ini ditegaskan harus bersifat dinamis dan bisa berubah mengikuti situasi.
Pelajaran diambil dari pengalaman masa lalu, seperti misi Viking dan penelitian meteorit Mars (ALH84001).
NASA terus membuka forum diskusi, survei, dan pertemuan kota untuk melibatkan publik.
Dengan rencana matang, dunia diharapkan siap menyambut berita terbesar dalam sejarah manusia.
