Aktor kawakan Bruce Willis didiagnosa Demensia Frontotemporal (FTD) sejak awal 2023.
Penyakit yang perlahan memengaruhi cara bicara, berpikir, dan berinteraksi, ini perlahan membuat kondisinya menurun.
Pria yang pernah membintangi film Armageddon, kini memilih menghabiskan waktunya bersama keluarga, sejak memutuskan pensiun dari dunia akting tahun 2022.
Dan sebagai dedikasi terakhir, aktor legendaris ini memilih mendonorkan otaknya setelah meninggal demi kemajuan ilmu pengetahuan dan medis.
Berdasarkan informasi dari Unair News dan publikasi kedokteran, Demensia Frontotemporal (FTD) adalah salah satu jenis demensia yang memengaruhi lobus frontal dan temporal otak, yang berbeda dengan Alzheimer karena sering kali menyerang usia yang lebih muda (45-65 tahun).
Pasien dengan demensia akan menderita gangguan kognitif seperti gangguan fungsi eksekutif berupa penalaran abstrak, perencanaan, dan perhatian atau gerakan terampil (apraxia ekstremitas) atau bahasa (afasia).
Selain itu, pasien ini tidak hanya kehilangan fungsi kognitifnya tetapi juga memiliki komorbiditas lain selain penuaan yaitu seperti stroke, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung.
World Health Organization tahun 2012 melaporkan bahwa dari 35 juta penderita demensia, seperempat dari mereka tinggal di Asia Timur.
Di China, prevalensi demensia terus meningkat dan menjadi dua kali lipat atau hampir tiga kali lipat dalam kelompok usia tertentu dari 1990-2010.
Jumlah orang yang hidup dengan demensia diperkirakan meningkat menjadi 131,5 juta pada tahun 2050.
Dan mereka mengalami kesulitan hidup karena tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar selalu bergantung pada orang lain.
Jenis demensia yang paling umum adalah penyakit Alzheimer (AD) dan Demensia Vaskular (VaD).
