Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Features»Jejak Petarung Tiongkok di Kelenteng Sam Poo Kong
Features

Jejak Petarung Tiongkok di Kelenteng Sam Poo Kong

Jojo RaharjoJojo Raharjo25 April 2026 / 00:01 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Semarang (iddaily.net) – Kelenteng Gedung Batu atau Kelenteng Sam Poo Kong merupakan Kelenteng Tionghoa tertua di Semarang.

Bangunan ini meliputi area seluas 1.020 meter persegi dan dipengaruhi oleh gaya arsitektur Tionghoa dan Jawa abad ke-14.

Kelenteng ini dicat dengan warna merah yang megah dan dimahkotai dengan atap pagoda berlapis tiga, khas budaya Asia Timur.

Terletak di Semarang Barat, tepatnya di Jalan Simongan, Bongsari, fondasi kelenteng pertama kali dibangun oleh Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah Muslim dari Tiongkok daratan.

Setelah beberapa waktu, Cheng Ho meninggalkan Jawa, tetapi banyak krunya memutuskan untuk tetap tinggal dan menetap di daerah itu. Mereka menikah dengan penduduk setempat, dan sampai sekarang, Simongan dihuni oleh keturunan Tionghoa.

Pada 1704, kuil dan gua yang asli runtuh karena tanah longsor. masyarakat setempat membangunnya kembali 20 tahun kemudian di lokasi yang berbeda, lebih dekat ke pusat kota dan lebih jauh dari daerah yang cenderung mengalami pembusukan oleh unsur-unsur alami.

Kelenteng ini berfungsi baik sebagai tempat ibadah, dan tempat suci menghormati cheng ho untuk jasanya kepada masyarakat.

Inilah lokasi khas Semarang, cagar budaya yang layak jadi pelajaran sejarah.

kelenteng klenteng sam poo kong semarang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKeisya Levronka Lebih Luas, Lebih Kuat, Lebih Hidup Lewat “Rombak”
Next Article Untuk Kapolri Listyo Sigit dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Jojo Raharjo

Pencinta sepak bola. Pendukung Persebaya dan Liverpool

Related Posts

Es Campur Durian Dekat Simpang Lima Semarang: Jossss, Durennya Melimpah Ruah!

10 Oktober 2026 / 18:13 WIB

Kalah di Lapangan, Menang dalam Persahabatan

27 September 2026 / 14:59 WIB

Operasi Pesta Copet: Ketika Sepuluh Jari Bicara tentang Kemiskinan, Persahabatan, dan Pilihan Hidup

10 September 2026 / 13:47 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Mengenal Gandrung Sewu, Festival Tari Kolosal yang Jadi Ikon Banyuwangi

23 Oktober 2026 / 15:00 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Panas-Kering Masih Berlanjut, Jatim Sempat Capai 38 Derajat Celsius

23 Oktober 2026 / 14:06 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

KontraS Surabaya: Hentikan Intimidasi dan Pembungkaman Kebebasan Sipil

23 Oktober 2026 / 09:35 WIB

Hari Santri 2026, Cak Imin Tantang Santri Berantas Kemiskinan dan Kuasai Teknologi

22 Oktober 2026 / 18:02 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.