Jakarta (iddaily.net) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda 5 titik di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, yang masuk wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Jawa Timur.
Kebakaran yang terdeteksi sejak Jumat (16/10/2026) itu membuat seluruh jalur pendakian ditutup sementara mulai Sabtu (17/10/2026).
Lima lokasi terdampak meliputi Puthuk Bulak, Guo Gambir, Tungwulung, Anjat, dan Gunung Ringgit.
Hingga Sabtu (17/10/2026), petugas masih berupaya memadamkan api secara manual karena medan yang terjal menyulitkan akses menuju sejumlah titik kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan titik api pertama terdeteksi sekitar pukul 11.00 WIB di Resort Konservasi Wilayah (RKW) 03 Pasuruan, meliputi Desa Jatiarjo dan Dayurejo, Kecamatan Prigen.
“Area yang terbakar meliputi Putuk Bulak, Gua Gambir, Tung Wulung, Anjat, dan Gunung Ringgit. Seluruh titik tersebut berada di kawasan Tahura Raden Soerjo, Arjuno-Welirang,” ujar Sugeng yang dikutip dari Suara Surabaya, Sabtu (17/10/2026).
Kobaran api dilaporkan terlihat semakin jelas pada Jumat malam. Dari kawasan Tol Pandaan, api di sekitar Gunung Arjuno tampak membesar.
Medan Terjal Hambat Pemadaman
Petugas gabungan yang terdiri atas polisi hutan (Polhut), Manggala Agni, dan relawan dikerahkan untuk menangani kebakaran.
Berdasarkan laporan sementara, sekitar 27 personel terlibat dalam penanganan awal.
Pemadaman dilakukan secara manual di lokasi yang masih bisa dijangkau petugas.
Selain itu, tim membuat sekat bakar untuk menghambat penjalaran api ke area hutan lainnya.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.
“Angin kencang juga berpotensi mempercepat penyebaran api sehingga petugas harus terus memantau perkembangan di lapangan,” jelasnya dilansir dari Kompas.
Untuk memperkuat penanganan, regu tambahan disiapkan guna membantu upaya pengendalian kebakaran.
BPBD Minta Bantuan Helikopter Water Bombing
BPBD Kabupaten Pasuruan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan helikopter water bombing atau pemadaman melalui penjatuhan air dari udara.
Permintaan tersebut diajukan karena sebagian titik api berada di kawasan dengan medan terjal dan sulit dijangkau melalui jalur darat.
Sambil menunggu dukungan yang memungkinkan, petugas tetap melanjutkan pemadaman manual dan pembuatan sekat bakar di area yang aman untuk dijangkau.
Hingga laporan Sabtu (17/10/2026), total luas lahan yang terbakar di wilayah Pasuruan belum diketahui secara pasti.
Karena itu, perkembangan kondisi api dan hasil penanganan di lapangan masih menjadi perhatian petugas.
Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
Kebakaran tersebut berdampak pada aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang.
Pengelola Tahura Raden Soerjo menutup sementara seluruh jalur pendakian mulai Sabtu (17/10/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, membenarkan kebijakan penutupan tersebut.
Keputusan itu diambil untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus menjaga keselamatan pendaki.
Penutupan tercantum dalam Pengumuman UPT Tahura Raden Soerjo Nomor 500.4.6.10/1886/123.7.2/2026.
Jumadi menjelaskan, penutupan tetap diperlukan meskipun tidak semua titik api berada tepat di jalur pendakian.
Langkah tersebut memungkinkan petugas dan masyarakat memusatkan sumber daya untuk menangani kebakaran.
Masyarakat dan calon pendaki diimbau tidak memasuki kawasan yang ditutup serta memantau pengumuman resmi dari pengelola Tahura Raden Soerjo sebelum merencanakan perjalanan.
Hingga laporan terakhir yang dirujuk pada Sabtu (17/10/2026), luas kebakaran di wilayah Pasuruan belum terakumulasi dan belum ada kepastian waktu pembukaan kembali jalur pendakian.
Penanganan kebakaran dan pertimbangan keselamatan menjadi faktor penting sebelum aktivitas pendakian dapat dibuka kembali.
