Jakarta (idddaily.net) – Reuters melaporkan pada 12 Oktober bahwa Bandara Internasional King Khalid di Riyadh diperpanjang penutupannya hingga 17 Oktober 2026.
Serangan akhir pekan sebelumnya menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Serangan berikutnya pada Minggu juga menewaskan satu orang dan melukai hampir selusin lainnya.
Pada Senin, kelompok Houthi mengaku menyerang bandara menggunakan rudal balistik.
Arab Saudi sebelumnya menyatakan telah mencegat dan menghancurkan rudal yang mengarah ke Riyadh.

Houthi juga mengklaim menargetkan pangkalan udara di Khamis Mushait, tetapi klaim tersebut belum mendapat konfirmasi langsung dari pihak Saudi dalam laporan Reuters.
Dampak peristiwa ini meluas ke penerbangan internasional dan jadwal dapat berubah sesuai perkembangan keamanan.
Lufthansa membatalkan penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober, Air France-KLM memperpanjang penangguhan penerbangan hingga akhir bulan, sedangkan Etihad membatalkan penerbangan tertentu hingga 19 Oktober.
Sementara Reuters melaporkan dua serangan di Gaza selatan pada Minggu malam dan Senin yang menewaskan sedikitnya lima warga Palestina menurut tenaga medis setempat.
Militer Israel menyatakan serangannya menargetkan militan, sedangkan Hamas membantah tuduhan bahwa mereka kembali melakukan serangan dan membangun persenjataan.
