Jakarta (iddaily.net) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di Jawa Timur pada periode 13-19 Oktober 2026.
Peringatan ini disampaikan di tengah kondisi kemarau yang masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.
Dalam prakiraan cuaca mingguan yang diperbarui pada 12 Oktober 2026, BMKG menjelaskan bahwa kondisi kering masih berlangsung di berbagai wilayah.
Meski begitu, dinamika atmosfer tetap memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah.
BMKG mencatat, hanya sekitar 5,7 persen wilayah Indonesia atau 40 Zona Musim (ZOM) yang telah memasuki musim hujan berdasarkan analisis perkembangan musim pada Dasarian III September 2026.
Sementara itu, curah hujan pada periode Dasarian I-III Oktober 2026 secara umum diprakirakan berada dalam kategori rendah hingga menengah, yakni 0-150 milimeter per dasarian.
Jawa Timur Berpotensi Dilanda Angin Kencang
Dilansir dari website BMKG, Jawa Timur dimasukkan dalam daftar wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang selama periode 13-15 Oktober 2026.
Potensi tersebut juga masih tercantum dalam prakiraan untuk periode 16-19 Oktober 2026.
Selain Jawa Timur, sejumlah wilayah lain juga masuk dalam daftar kewaspadaan angin kencang, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
BMKG menjelaskan, secara umum cuaca Indonesia pada 13-15 Oktober diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
“Namun, hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah,” kata BMKG dalam keterangannya.
Untuk periode 16-19 Oktober, potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang juga masih perlu diwaspadai di beberapa daerah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dominasi musim kemarau tidak serta-merta menghilangkan kemungkinan hujan maupun angin kencang di suatu wilayah.
Mengapa Hujan Masih Bisa Terjadi Saat Kemarau?
BMKG menjelaskan, kondisi cuaca dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang berlangsung pada skala regional maupun lokal.
Sejumlah fenomena atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG), dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Selain itu, pola perlambatan dan pertemuan angin serta suhu permukaan laut yang relatif hangat di perairan sekitar Indonesia bagian barat turut mendukung pembentukan awan hujan.
Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang secara lokal, meskipun curah hujan secara umum masih tergolong rendah.
Dengan demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi cuaca harian dan tidak hanya berpatokan pada kondisi musim kemarau.
BMKG Imbau Masyarakat Hemat Air dan Waspada Kekeringan
Selain mengingatkan potensi angin kencang, BMKG meminta masyarakat mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh serta menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari.
BMKG juga mengingatkan pentingnya menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan.
“Jika menemukan indikasi titik api, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada pihak berwenang,” tambah BMKG.
BMKG turut mengingatkan bahwa hujan lokal yang disertai petir dan angin kencang dapat menimbulkan dampak seperti genangan, longsoran material, serta risiko lain yang perlu diantisipasi.
Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal informasi resmi BMKG.
Informasi prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.
Karena itu, masyarakat Jawa Timur diharapkan terus mengikuti pembaruan informasi sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Menurut rilis BMKG Juanda, kondisi cuaca di Surabaya dan Sidoarjo pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, didominasi cuaca berawan hingga cerah dengan udara yang terasa cukup panas.
Kota Surabaya
• Kondisi Cuaca: Berawan hingga cerah berawan.
• Suhu Udara: 25°C – 36°C (terasa cukup terik).
• Kelembapan Udara: 31% – 81%.
• Potensi Hujan: Sangat kecil/nihil tanda-tanda hujan.
Kabupaten Sidoarjo
• Kondisi Cuaca: Berawan.
• Suhu Udara: 24°C – 36°C.
• Potensi Hujan: Tidak ada potensi hujan.
