Surabaya (iddaily.net) – Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Timur menunjukkan pergerakan berbeda antara ekspor dan impor sepanjang Januari-Juli 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat nilai ekspor Jawa Timur pada Januari-Juli 2026 mencapai US$16,08 miliar.
Angka tersebut turun 5,33 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Di sisi lain, nilai impor Jawa Timur justru meningkat. Sepanjang Januari-Juli 2026, impor mencapai US$19,52 miliar, naik 16,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan peningkatan impor terjadi baik pada komoditas migas maupun nonmigas.
“Sejalan dengan itu, nilai impor migas dan nonmigas naik,” kata Herum dalam keterangannya.
BPS mencatat impor nonmigas Januari-Juli 2026 mencapai US$15,91 miliar, meningkat 14,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara impor migas mencapai US$3,61 miliar atau naik 28,48 persen.
Beberapa kelompok barang juga mengalami peningkatan impor.
Salah satunya buah-buahan yang meningkat 35,87 persen, besi dan baja naik 28,04 persen, serta pupuk meningkat 26,88 persen.
Sementara itu, mesin dan peralatan mekanis sebagai salah satu kontributor besar impor nonmigas meningkat 13,70 persen menjadi US$1,67 miliar.
Dari sisi perdagangan, BPS mencatat neraca perdagangan Jawa Timur selama Januari-Juni 2026 mengalami defisit sebesar US$3,44 miliar.
