Jakarta (iddaily.net) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,24 persen secara month-to-month (mtm) pada September 2026.
Secara kumulatif sepanjang Januari-September 2026, inflasi Jawa Timur mencapai 2,07 persen, sedangkan secara tahunan atau year-on-year (yoy) mencapai 3,33 persen.
Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan sejumlah komoditas menjadi pemicu kenaikan harga pada September 2026.
“Memang hampir seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi. Ada beberapa komoditas yang menjadi pemicu, sehingga untuk Jawa Timur tercatat inflasinya 0,24 persen,” kata Herum dalam keterangan yang dikutip dari rilis BPS Jawa Timur.
Data tersebut menunjukkan perkembangan harga konsumen di Jawa Timur masih bergerak naik pada September.
BPS mencatat seluruh 11 kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan IHK Jawa Timur mengalami inflasi secara bulanan.
Kota Kediri mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,41 persen, sedangkan Kabupaten Tulungagung menjadi yang terendah dengan 0,16 persen. Secara tahunan, inflasi tertinggi tercatat di Sumenep sebesar 3,85 persen, sementara Banyuwangi menjadi yang terendah dengan 2,69 persen.
Sebelumnya, pada Agustus 2026, Jawa Timur mengalami inflasi bulanan sebesar 0,34 persen dan inflasi tahunan 3,32 persen.
Perkembangan inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat di Jawa Timur.
