Jakarta (iddaily.net) – Aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia kembali menjadi perhatian pada Senin (14/9/2026).
Sejak pagi hingga siang pukul 14.00 WIB, Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami beberapa kali erupsi, sementara Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi.
Aktivitas erupsi tersebut berlangsung di tengah tingginya aktivitas vulkanik sejumlah gunung api Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memantau keberadaan sebaran abu vulkanik dari Gunung Semeru, Gunung Ibu, dan Gunung Dukono pada Senin pagi.
Semeru Erupsi Tiga Kali
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Senin pagi.
Berdasarkan pemantauan terbaru, Semeru tercatat mengalami tiga kali erupsi sejak pagi, dengan kolom abu letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak pada salah satu erupsi.
Aktivitas tersebut membuat masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi bahaya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di kawasan gunung.
PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, terutama di wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bahaya.

Gunung Ibu Erupsi Menjelang Siang
Setelah aktivitas Semeru pada pagi hari, Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi.
Badan Geologi Kementerian ESDM mengonfirmasi erupsi Gunung Ibu pada Senin. Data yang disampaikan Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut letusan terekam sekitar pukul 11.55 WIT, dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 46 detik.
Kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.
Sebaran abu dilaporkan bergerak hingga kawasan Teluk Kao dan masyarakat di sekitar Gunung Ibu diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius bahaya yang telah ditetapkan PVMBG.
Gunung Ibu saat ini berstatus Level II atau Waspada.
BMKG Pantau Abu Vulkanik
Selain memantau aktivitas erupsi, BMKG melakukan pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu penerbangan maupun aktivitas masyarakat.
Pada Senin pagi, BMKG mencatat adanya sebaran abu vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru, Gunung Ibu, dan Gunung Dukono.
Kondisi angin menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah pergerakan abu vulkanik.
Karena itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan PVMBG, terutama apabila terjadi perubahan arah angin maupun peningkatan aktivitas erupsi.
Bukan Satu Gunung Saja yang Aktif
Aktivitas gunung api Indonesia memang sedang tinggi, namun erupsi yang terjadi pada sejumlah gunung tidak otomatis berarti gunung-gunung tersebut saling berhubungan secara langsung.
PVMBG sebelumnya telah menjelaskan fenomena beberapa gunung api yang mengalami erupsi dalam waktu berdekatan pada awal September.
Enam gunung bahkan tercatat mengalami erupsi dalam periode yang hampir bersamaan.
Para ahli mengingatkan bahwa setiap gunung memiliki karakteristik, sistem magma, dan siklus aktivitas masing-masing.
Karena itu, kejadian beberapa gunung mengalami erupsi dalam waktu berdekatan perlu dilihat berdasarkan data kegempaan, aktivitas magma, dan kondisi masing-masing gunung, bukan langsung dianggap sebagai satu rangkaian letusan.
Hingga pukul 13.00 WIB, Gunung Semeru dan Gunung Ibu menjadi dua gunung yang terkonfirmasi mengalami erupsi pada hari yang sama, sementara aktivitas dan sebaran abu dari gunung api lainnya terus dipantau oleh PVMBG dan BMKG.
