Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Pers dan Media»Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Daftar 6 Bandara Terdampak
Pers dan Media

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Daftar 6 Bandara Terdampak

Icha BalqisIcha Balqis06 September 2026 / 13:35 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kawasan check-in tiket di Bandara Sastranegara/Dok jabarprov.go.id
Kawasan check-in tiket di Bandara Sastranegara/Dok jabarprov.go.id

Jakarta (iddaily.net) – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak hingga wilayah Bandung dan mengganggu operasional penerbangan.

Bandara Husein Sastranegara, Bandung, ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik tersebut pada Minggu (6/9/2026).

Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia menerbitkan pembaruan NOTAM C1086/26 yang menetapkan ruang udara Bandara Husein Sastranegara (WICC) berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, mengatakan penutupan sementara tersebut berlaku mulai pukul 12.07 WIB.

“Penutupan Bandara Husein Sastranegara berlaku mulai pukul 12.07 WIB dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 16.00 WIB pada 6 September 2026,” kata Hermana dalam keterangan tertulis.

Menurut Hermana, waktu pembukaan kembali tersebut masih berupa estimasi dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi ruang udara serta sebaran abu vulkanik.

Enam Bandara Ditutup Dampak Abu Vulkanik

Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di Bandung.

AirNav Indonesia mencatat terdapat enam bandar udara yang berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Keenam bandara tersebut yakni:

1. Bandara Husein Sastranegara, Bandung
2. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
3. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
4. Bandara Radin Inten II, Lampung
5. Bandara Budiarto, Tangerang dan
6. Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Hermana mengatakan Bandara Budiarto (WIRR) masih berstatus closed berdasarkan NOTAM C1079/26, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 13.30 WIB.

“Sementara Bandara Pondok Cabe (WIHP) berstatus closed berdasarkan NOTAM C1080/26, dengan estimasi dibuka kembali pukul 14.00 WIB,” ujarnya.

Adapun Bandara Husein Sastranegara ditetapkan closed melalui NOTAM C1086/26.

AirNav Pantau Sebaran Abu Vulkanik

AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan pergerakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hermana mengatakan pemantauan dilakukan melalui Indonesia Network Management Center (INMC).

Pembaruan informasi aeronautika juga dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

“AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik,” kata Hermana.

Ia menjelaskan langkah tersebut dilakukan untuk mendukung keselamatan penerbangan, terutama karena keberadaan abu vulkanik dapat menjadi ancaman bagi operasional pesawat.

“Pembaruan informasi aeronautika dilakukan sesuai perkembangan kondisi untuk mendukung keselamatan penerbangan,” ujarnya.

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan penerbangan agar informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan dapat disampaikan secara tepat waktu.

Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas

Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah dilaporkan mencapai sejumlah wilayah di Banten dan sekitarnya.

Aktivitas erupsi Anak Krakatau meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut membuat sebaran abu vulkanik menjadi perhatian karena dapat mengganggu keselamatan dan operasional penerbangan.

Penutupan sementara sejumlah bandara dilakukan sebagai bagian dari langkah keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi ruang udara dan keberadaan abu vulkanik.

AirNav Indonesia memastikan perkembangan kondisi ruang udara terus dipantau dan informasi aeronautika akan diperbarui berdasarkan perkembangan terbaru.

Dengan demikian, status operasional masing-masing bandara dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil pemantauan kondisi abu vulkanik dan pertimbangan keselamatan penerbangan.

abu vulkanik Anak Krakatau erupsi AirNav Indonesia Anak Krakatau Bandara Husein Sastranegara Bandara Husein Sastranegara ditutup enam bandara ditutup headline Husein Sastranegara ditutup hari ini NOTAM Husein Sastranegara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleErupsi Anak Krakatau: Sejarah, Penyebab, Bahaya dan Potensi Tsunami
Next Article Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Begini Cara Aman Membersihkan Rumah-Mobil
Icha Balqis

Friendly Woman yang sering lost signal.

Related Posts

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

PBNU Gelar Apel Hari Santri 2026 di Tebuireng, Ada Pembacaan Resolusi Jihad-Teater Heroik

22 Oktober 2026 / 17:31 WIB

Hujan Meteor Orionid 21–22 Okt 2026 Bisa Diamati dari Jatim, Ini Waktu Terbaiknya

22 Oktober 2026 / 12:29 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Mengenal Gandrung Sewu, Festival Tari Kolosal yang Jadi Ikon Banyuwangi

23 Oktober 2026 / 15:00 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Panas-Kering Masih Berlanjut, Jatim Sempat Capai 38 Derajat Celsius

23 Oktober 2026 / 14:06 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

KontraS Surabaya: Hentikan Intimidasi dan Pembungkaman Kebebasan Sipil

23 Oktober 2026 / 09:35 WIB

Hari Santri 2026, Cak Imin Tantang Santri Berantas Kemiskinan dan Kuasai Teknologi

22 Oktober 2026 / 18:02 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.