Jakarta (iddaily.net) –Band Romanssa resmi merilis mini album (EP) perdana bertajuk “Penulis Lagu”, sebuah karya yang menjadi penanda perjalanan mereka sejak terbentuk pada September 2025.
Dirilis pada Juni 2026, EP berisi enam lagu ini menghadirkan cerita personal para personel yang telah mereka alami bahkan jauh sebelum Romanssa berdiri sebagai sebuah band.
Bagi Romanssa, EP “Penulis Lagu” bukan sekadar kumpulan lagu. Mini album ini menjadi ruang untuk menuangkan pengalaman hidup, keresahan, hingga perjuangan yang membentuk karakter masing-masing personel.
“Ini keluh kesah, soundtrack hidup kami, banyak yang terjadi. Makanya di EP ini beragam tema lagunya,” ujar drummer Romanssa, Bounty Ramdhan.
Menimpali pernyataan tersebut, gitaris Joe mengatakan bahwa keberagaman tema menjadi salah satu kekuatan EP ini.
“Selain itu misalnya nggak suka lagu ‘C4ndu’, bisa dengerin yang lain,” katanya sambil bercanda.
Hanya Tujuh Bulan
Meski baru resmi terbentuk pada September 2025, Romanssa mampu menyelesaikan EP “Penulis Lagu” hanya dalam waktu sekitar tujuh bulan.
Namun menurut para personel, proses kreatif tersebut bukanlah hasil dari terburu-buru, melainkan buah dari hubungan pertemanan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
“Romanssa itu mungkin secara umur band-nya terbilang baru banget, baru berapa bulan. Tapi untuk terbentuk menjadi sebuah band ini butuh five years in the making. Jadi kami memang sefrekuensi dan enak untuk tek-tokan dan berkarya,” ungkap Bounty.
Kedekatan antaranggota juga menjadi fondasi utama dalam proses penciptaan lagu.
“Kalo ngomongin soal pertemanan, kami dari bangun tidur sampai sore hampir setiap hari teleponan, dan nggak cuma bahas musik. Dari ngomongin film hingga game. Kita nyebutnya itu ‘ngantor’,” tutur Alex, sang bassis.
Formasi Romanssa yang terdiri atas Bounty (drum), Joe (gitar), Bonar (gitar), Alex (bass), dan Ochin (vokal) mengaku memiliki kesamaan visi serta pengalaman hidup yang membuat proses berkarya berjalan secara alami.
Perjuangan Bermusik
Lagu berjudul “Penulis Lagu” menjadi salah satu karya yang paling merepresentasikan identitas Romanssa.
Lagu tersebut menggambarkan perjuangan mereka sebagai musisi independen yang tetap bertahan berkarya meski belum menikmati popularitas besar.
“Kayaknya ini represent dari kami semua. Kami bisa survive dengan menulis lagu, meski tidak pernah membuat sesuatu yang viral, tapi somehow kita masih bisa bertahan di musik dan memainkan karya kami sendiri,” kata vokalis Ochin.
Melalui lagu tersebut, Romanssa ingin menunjukkan bahwa konsistensi dan kejujuran dalam berkarya menjadi modal utama mereka untuk terus melangkah di industri musik.
“Selesai” Jadi Andalan
Dari enam lagu yang terdapat dalam EP “Penulis Lagu”, Romanssa menjagokan track berjudul **”Selesai.”** sebagai lagu utama.
Lagu ini semakin istimewa karena menghadirkan kolaborasi bersama sahabat mereka, Dennis Ferdinand.
Menurut Ochin, “Selesai.” mengangkat tema tentang keberanian mengakhiri sebuah hubungan ketika tidak lagi ada koneksi maupun usaha yang seimbang dari kedua belah pihak.
“‘Selesai.’ menggambarkan sebuah keinginan untuk menyudahi suatu ikatan dikarenakan sudah tidak adanya lagi koneksi juga usaha yang sama dalam sebuah hubungan. Maka selesai merupakan keputusan yang paling tepat dibandingkan lebih banyak waktu lagi yang terbuang sia-sia,” jelasnya.
Buah Persahabatan
Selain menjadi karya perdana, EP “Penulis Lagu” juga menjadi simbol perjalanan panjang persahabatan para personel Romanssa.
Mereka mencoba mengeksplorasi warna musik yang lebih lugas dan jujur dibandingkan proyek-proyek sebelumnya, tanpa meninggalkan karakter masing-masing.
Bahkan, Bounty menyebut Romanssa sebagai sesuatu yang sangat berharga karena lahir dari hubungan pertemanan yang sempat terpisah sebelum akhirnya dipertemukan kembali.
“Romanssa adalah sesuatu yang mahal, karena sejarahnya dari kita yang sahabatan lalu sempat pisah dan akhirnya kembali lagi,” tutupnya.
EP “Penulis Lagu” kini telah tersedia dan dapat dinikmati melalui berbagai platform digital streaming (DSP).
