19 August 2016

71 TAHUN INDONESIA MERDEKA, 20 TAHUN PEMBUNUHAN UDIN



Hari Kemerdekaan RI dan kasus pembunuhan jurnalis Fuad Muhammad Syarifuddin atau Udin, tidak bisa dilepaskan. Udin meninggal 16 Agustus 1996, sehari sebelum Hari Kemerdekaan ke 51. Dan kini, kasus Udin sudah berusia 20 tahun, tanpa ada kejelasan atas kasusnya. Di HUT RI ke 71 ini, Bidang Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyerukan pada Presiden Jokowi untuk menyelesaikan kasus Udin.

DOK AJI INDONESIA

16 August 2016

UDIN DAN 20 TAHUN MASA KEGELAPAN


Tak ada lagi kata-kata yang bisa terucap, setelah 20 tahun ini, kita teriakan tuntutan penuntasan kasus terbunuhnya Udin. Tapi mereka bergeming.

22 May 2016

KETUA DEWAN PERS BICARA PELARANGAN PEMUTARAN FILM & PEMBUNUHAN 8 JURNALIS



Indonesia akan menjadi tuan rumah perayaan World Press Freedom Day (WPFD) 2017 pada 3 Mei 2017. Namun sampai saat ini, masih banyak PR yang belum diselesaikan. Seperti masih banyaknya peristiwa yang justru melanggar prinsip WPFD, hingga belum diselesaikannya 8 kasus pembunuhan jurnalis.

Iman D. Nugroho

08 April 2016

SEBUAH DEWAN PERS, DENGAN PR BERTUMPUK

 
ILUSTRASI: Makesocialmediasell.com
Sembilan anggota Dewan Pers periode 2016-2019 terpilih sudah. Mereka adalah Ahmad Djauhar, Hendry Chairudin Bangun, Imam Wahyudi, Jimmy Silalahi, Nezar Patria, Ratna Komala, Reva Dedy Utama, Sinyo Hary Sarundajang dan Yosep Adi Prasetyo. Yosep atau akrab dipanggil Stanley, terpilih sebagai ketua, didampingi Ahmad Djauhar sebagai wakilnya.

06 March 2016

CUNDING BICARA TENTANG PEMECATANNYA



Cunding Levi adalah jurnalis Tempo di Jayapura Papua, yang dipecat sepihak oleh Manajemen Tempo pada 1 Desember 2015, tanpa peringatan sebelumnya. Cunding juga tidak mendapatkan pesangon untuk sekitar 15 tahun masa kerjanya di Tempo. Hingga video ini dibuat, Cunding melalui Serikat Pekerja tempatnya bernaung, Sepak@t melakukan perlawanan dengan membawa persoalan itu melalui sengketa industrial.

26 February 2016

CUNDING DIPECAT, SEPAKAT MELAWAN



Serikat Pekerja Koresponden Tempo (Sepak@t) Indonesia, melaporkan Tempo atas pemutusan hubungan kerja sepihak koresponden Tempo di Jayapura Cunding Levi, kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Koresponden yang sudah bekerja selama 15 tahun ini tak mendapat penghargaan yang pantas seperti pesangon.

Penjelasan Edi Faisol, Ketua Sepak@t, ada di video ini.

12 February 2016

AHMAD MUSADEQ: SHOLAT SAYA SEPERTI RASUL DI JAMAN MAKKIAH, SHOLAT MALAM


Ahmad Musadeq sempat diwawancarai jurnalis Shanta Curanggana untuk Reportase TransTV. Wawancara yang dibuat beberapa saat sebelum Musadeq ditangkap dan diadili karena ajaran sesat itu, diupload oleh akun facebook Suardi Al-Bukhari. Berikut ini adalah wawancara selengkapnya.

22 November 2015

HILANGNYA KEBERIMBANGAN DALAM BERITA TERORISME

Ilustrasi: huffpost.com |
Berita tentang terorisme belakangan bertebaran di media, pasca serangan mematikan di Prancis, Lebanon, Irak dan yang paling baru di Mali, Afrika.

Sebagian besar hanya berisi informasi, komentar dan fakta-fakta dari satu sisi, tanpa konfirmasi dari sisi yang berseberangan, atau pihak yang dituduh melakukan serangan itu (baca: teroris).

Kemana prinsip keberimbangan dalam berita terorisme?

11 November 2015

MENANAM MANGROVE, MENANAM KEINDAHAN



Kelompok mahasiswa ini menanam mangrove di sela-sela liburan dan pelatihan jurnalistik yang mereka lakukan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Apa yang mereka lakukan bisa menjadi contoh pentingnya sebuah upaya untuk memperbaiki lingkungan hidup. Video ini sekelumit tentang aktivitas itu. Semoga berguna.

06 November 2015

DUA MUKA, SURAT PENANGANAN UJARAN KEBENCIAN

KAPOLRI BADRODIN HAITI SAAT MENJELASKAN SURAT EDARAN | ID NUGROHO |
Surat Edaran Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tentang Penanganan Ujaran Kebencian menciptakan pro-kontra. Polisi berdalih, surat itu ditujukan hanya untuk internal kepolisian, sekaligus sebagai tindakan preventif atas maraknya aksi hate speech. Namun banyak yang khawatir, surat itu adalah awal pembungkaman kritik dan kebebasan berekspresi.

01 October 2015

PENGADILAN DUA JURNALIS INGGRIS BERLEBIHAN

DEMO JURNALIS | URL BERITASATU
Pengadilan Negeri Batam hari ini, Kamis 1 Oktober 2015 menyidangkan kasus keimigrasian dengan tersangka dua jurnalis Inggris, Neil Richard George Bonner dan Rebecca Bernadette Margaret Prosser.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) berpendapat, pengadilan terhadap dua jurnalis ini adalah puncak dari tindakan berlebihan Pemerintah Indonesia, pada kasus ditangkapnya dua jurnalis itu ketika sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya. Apalagi, sebelum pengadilan itu digelar, keduanya telah menjalani penahanan pihak imigrasi selama empat bulan.

30 September 2015

REPORTERS WITHOUT BORDERS MENGUTUK PENGADILAN DUA JURNALIS INGGRIS DI BATAM

Organisasi jurnalis Reporters Without Borders (RSF), mengutuk pengadilan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara bagi jurnalis Inggris, Neil Richard George Bonner (31) dan Rebecca Bernadette Margaret Prosser (30).

17 August 2015

MASYARAKAT YOGYAKARTA BERGERAK PERINGATI 19 TAHUN KASUS UDIN


MURAL 19 TAHUN KASUS UDIN | dok AJI Yogyakarta
Memperingati sembilan belas tahun terbunuhnya wartawan Harian Bernas Yogyakarta, Fuad Muhamad Syafrudin alias Udin, masyarakat Yogyakarta berunjuk rasa.

Mereka adalah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, Pers Mahasiswa Se-Yogyakarta, Seniman Street Art Yogyakarta dan Koalisi Masyarakat untuk Udin (K@MU).

16 August 2015

SEPARUH INDONESIA DARI EKSPEDISI INDONESIA BIRU. RASAKAN INDONESIA!



Ekspedisi Indonesia Biru dua jurnalis, Dandhy D. Laksono dan Ucok Patra sudah menjelajah separuh Indonesia. Video kompilasi ini diunggah keduanya dalam rangka peringatan HUT RI ke 70 yang jatuh pada 17 Agustus 2015. Nikmatilah video ini. Rasakan Indonesia dari separuh perjalanan mengitarinya.

TIGA SINYAL JOKOWI INGIN BELENGGU KEBEBASAN BERPENDAPAT DAN KEBEBASAN PERS

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk tidak main-main dengan kebebasan berpendapat dan berekspresi warga negara.

Pengekangan terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi merupakan ancaman serius bagi kebebasan pers. Untuk itu, AJI meminta Presiden Jokowi jangan membawa Indonesia kembali ke era pengekangan kebebasan berpendapat dan kebebasan pers seperti di masa Orde Baru.

10 May 2015

83 JURNALIS PENERIMA SUAP. SIAPA MEREKA?


Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mendesak jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta untuk membuka identitas 83 jurnalis yang diduga menerima suap dari Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

19 April 2015

TAK YAKIN BADRODIN

JENDERAL POLISI BADRODIN HAITI BERSAMA PIMPINAN DPR RI | ID NUGROHO
Lalu, Jenderal Polisi Badrodin Haiti menjadi Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) ke-22. Dan tentu saja, ini menjadi puncak drama pemilihan Kapolri di era Jokowi. Di pundaknya, beban penuntasan berbagai kasus di Indonesia berada. Termasuk kasus kematian misterius 8 jurnalis yang sampai saat ini masih belum diselesaikan. Dan entah kenapa, saya tidak yakin dengan Badrodin.

14 March 2015

KRIMINALISASI, MUSUH UTAMA NAWACITA JOKOWI



Program pembangunan Presiden Joko Widodo, atau sering disebut Nawacita, akan gagal, bila pemerintah terus melakukan kriminalisasi pada masyarakat.

Pernyataan itu muncul dalam diskusi di sela-sela workshop yang digelar oleh Kamar Masyarakat Dewan Kehutanan Nasional (KM DKN)-Perkumpulan HuMa Indonesia, belum lama ini.

“Agenda Nawacita akan mengalami kegagalan, karena lahan pertanian beralihfungsi menjadi areal industri," kata Rustam, Konstituen Kamar Masyarakat DKN Regional Sumatera.

06 March 2015

MASYARAKAT PERS BERSATU MELAWAN KRIMINALISASI PERS



Tiga organisasi profesi, AJI, IJTI dan PWI, bersama LBH Pers Jakarta dan pers korban kriminalisasi yang diwakili Arif Zulkifli dari Tempo, menggelar jumpa pers di Dewan Pers, Kamis (5/3/2015) sore. Dalam pertemuan, diserukan upaya melawan kriminalisasi pers yang belakangan kembali marak.

09 February 2015

HARI PERS NASIONAL, HARI YANG MASIH TERUS DICARI

Saya harus berpikir cukup keras untuk menemukan “lead” tulisan tentang Hari Pers Nasional (HPN) 2015 ini.

Bukan karena rumitnya tema, tapi karena topik ini terus berulang pada tiap 9 Februari, dengan kesimpulan yang sama pula: Saya merasa tidak perlu memperingati Hari Pers.

Alasannya, bagi saya, Hari Pers bukan “Hari Pers” yang sebenarnya. Lalu, mengapa ada Hari Pers Nasional?