Sebuah diskusi dengan seorang kawan akhir minggu Februari ini menarik untuk dishare. Tentang perlunya melibatkan masyarakat dalam sebuah proses yang dilakukan oleh pejabat publik. Terutama ketika pejabat publik itu membuat keputusan, yang mana keputusan itu berpengaruh pada masyarakat. "Agar tidak lagi terulang kasus Andy Arif dan Velix Wanggai yang overlap," kata seorang kawan ini.Overlap? Bisa jadi. Berita di Detik.com tentang dua staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menarik untuk disimak. Keduanya akan melaporkan Misbahkun, Anggota DPR RI dari PKS yang juga inisiator Hak Angket Kasus Century ke polisi, atas kasus Letter of Content (LC) bodong (baca: kosong) yang katanya melibatkan Misbahkun. Apa urusannya?
Bagi yang belum kenal Andy dan Velix, keduaya adalah staf khusus Presiden SBY dalam pemerintahan ronde ke-2. Andy Arif dipercaya menjadi Staf Khusus bidang penanggulangan bencana, sementara Velix Wanggai menjadi Staf Khusus bidang otonomi daerah. Sebagaimana jabatan yang tertulis di belakang kata "staf khusus", sama sekali tidak ada kaitan dengan Misbahkun.
Taruhlah kata, Misbahkun memang bersalah atas apa yang dilakukannya. Tapi sama sekali hal itu bukan domain Andy dan Velix. Meski saya percaya sepenuhnya, Andy yang mantan Kedua Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang juga menjadi korban penculikan Tim Mawar Kopassus itu bisa "membereskan" persoalan itu. Gak tahu lagi kalau Velix. Jujur saja, saya tidak tahu benar siapa sosok ini.
"Tapi bukan itu masalahnya, Andy dan Velix adalah buah dari penunjukan pejabat publik yang salah, karena dalam penunjukannya tidak melibatkan publik," kata seorang kawan ini. Memang, penunjukan keduanya adalah otoritas SBY dan menteri-menteri yang mungkin membutuhkan staf khusus, namun, menjadi runyam, ketika staf khusus ini berbuat terlalu "khusus". Lobby politik, hingga eksekusinya. "SBY harus bertanggungjawab, dan menghentikan kebiasaan menggunakan "alat negara" untuk kepentingan kelompoknya," kata kawan baik ini.
Hmm,..jadi ingat kalimat yang secara diam-diam aku dengarkan dari kawan yang kebetulan dekat dengan para staf khusus ini, sebelum berita tentang Andy dan Velix mencuat di media massa. "Ini gimana sih? Masa kita dinilai menjelekkan PKS, padahal kita kan hanya ingin menyerang Misbakhun," katanya. Waduh, ini sih sudah offside!
| republish | Please Send Email to: iddaily@yahoo.com |
0 komentar:
Post a Comment