27 February 2010

Badai Salju (lagi!) di AS. Ampun deh!

Maya Mandley

Menurut Kalender. Winter dimulai 21 Desember hingga 21 maret. Selama 3 bulan itu, Februari menjadi bulan terparah. Tahun ini, masyarakat di pantai timur Amerika, mulai Washington DC, New York hingga Massachusett benar-benar merasakan hal itu. Salju yang turun sudah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Sejak awal bulan Februari sampai pekan terakhir, daerah pantai timur Amerika, paling sedikit sudah mengalami 3 kali badai salju atau bilzzard. Di beberapa tempat seperti di Philadelphia dan ibukota negara Washington DC, salju yang turun sudah mencapai 60 cm.

Menyamai rekor tertinggi turunnya salju. Bahkan selama badai berlangsung Ibukota, terpaksa ditutup dan diberlakukan keadaan darurat. Salju yang turun menghambat aktivitas warga. Karena jalan yang licin, jarak pandang yang terbatas dan hembusan angin yang lumayan keras sempat juga merobohkan ranting-ranting pohon kering.

Di pekan terakhir bulan Februari, badai salju melanda NY area (lagi). Badai ini tak kalah heboh dari badai yang terjadi dua pekan sebelumnya. Padahal salju yang turun pekan sebelumnya masih belum kering sepenuhnya.

Badai dimulai sejak hari kamis dan terus berlangsung sampai akhir pekan. Buat masyarakat NY (termasuk aku) badai salju merupakan hal yang lumrah terjadi setiap winter. Paling tidak badai salju terjadi sekali di awal winter (sekitar Desember) atau sekali di akhir winter (Februari).

Namun tahun ini 'mother nature' begitu brutal terjadi di bulan Februari. Di pekan terakhir ini, badai terjadi tak cuma 1 hari, tapi sampai 4 hari. Sejak hari rabu, si weathermen alias peramal cuaca sudah mengingatkan masyarakat akan ancaman badai ini. Pemerintah juga sudah siap mengantisipasi segala kemungkinan.

Mulai dari angkutan umum, menurunkan mobil pembersih salju dan menyiram garam agar jalan tidak licin akibat salju yang turun mengeras dan jadi es yang licin. Sebelum badai datang, masyarakat umumnya memenuhi supermarket untuk belanja keperluan selama badai berlangsung. Sebab selama badai, otomatis tidak bisa keluar. Jalan dipenuhi salju dan paling bahaya sangat licin untuk dilalui. Jadi sangat 'lumrah' kalo saat dan setelah badai terjadi, berita kecelakaan mewarnai pemberitaan media.

Pria Sial
Namun badai kali ini membawa korban seoarang pria meninggal dunia karena 'at the wrong place at the wrong time' alias sial. Pria asal Brooklyn NY itu meniggal dunia saat berjalan di Central Park (taman terbesar di Manhattan yang jadi jantung kota NYC). Pria yang berumur sekitar 50 tahun itu, tertimpa ranting pohon kering yang tak mampu menampung turunnya slush alias salju yang tercampur air.

Sementara angkutan umum berjalan sangat terbatas. Di beberapa tempat di New Jersey, bus umum tidak beroperasi. Sedangkan kereta komuter, volumenya juga dibatasi. Karena ada beberapa track yang tidak bisa dilalui karena ranting pohon yang tumbang. Tak cuma ranting pohon yang tumbang, tiang listrik pun banyak pula yang roboh. Yang otomatis membuat sebagian pelanggan mati lampu.

Tapi jangan disamakan mati lampunya dengan mati lampu PLN di Indonesia. Sebab perusahaan listrik di amerika semuanya swasta. Dan mereka sangat mengutamakan layanan masyarakat. Jadi keadaan seperti ini sudah diantsipasi sebelumnya. Perusahaan listrik ini segera menerjunkan petugasnya untuk membereskan semuanya, sehingga masyarakat tidak terlalu lama berada dalam kegelapan.

Buat aku sendiri, badai kali ini cukup bikin repot karena tak punya air panas. Pompa air panas tak bisa menyala karena basement terendam air. Sementara pompa air di basement tak bisa memompa air yang menggenangi lantai dasar rumah, karena pipa untuk jalan air keluar beku akibat suhu yang mencapai titik dibawah beku.

Mau gak mau, harus tunggu air kering untuk bisa menggerakkan pompa air panas lagi. Ahhh.... alamat cuci rambutnya tertunda lagi nih. Untung pemanas ruangan masih jalan, dan selimut tebalku masih tetap setia memberi kehangatan saat suhu mencapai 25 derajat Fahrenheit, atau sekitar -5 derajat celsius...... Dingiiinnnnnnnnn banget!

*Penulis sedang menahan dingin sambil membersihkan halaman dari salju.

| republish | Please Send Email to: iddaily@yahoo.com |

No comments:

Post a Comment