Press Release
Tahun 2009 adalah menjadi tahun penentu selesainya pembangunan Jembatan Nasional Surabaya-Madura (Suramadu) yang sejak tahun 2003 lalu mulai dibangun. Pelaksana proyek menargetkan akhir Pebruari mendatang Bentang Tengah (Main Span) yang merupakan induk jembatan terpanjang tersebut akan tersambung. Namun demikian, khusus untuk Approach Bridge di sisi Surabaya karena adanya kendala teknis baru akan tersambung pada akhir Maret.
“Dengan kondisi tersebut, jembatan ini tetap optimistis selesai dikerjakan sesuai target, yakni awal April,” kata Ir Atiyanto Busono, MT, Kepala Satuan Kerja Sementara (SKS) Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu Bentang Tengah.
Ditambahkannya, meski saat itu sudah tersambung, namun jembatan belum bisa dilintasi masyarakat umum. Ini karena pada saat itu badan jalan belum diaspal, lagi pula pelaksanaan finishing juga masih berjalan.
Pada Bentang Tengah, pilar yang nantinya akhir Pebruari tersambung, yakni dari Pilar 45 di sisi Surabaya hingga Pilar 56 di sisi Madura. Sedangkan yang baru tersambung pada akhir Maret, yakni dari Pilar 37 sampai 44 yang kesemuanya berada di sisi Surabaya.
Menghadapi berbagai kendala teknis, pelaksana proyek berusaha untuk menyelesaikan dengan menerapan teknologi yang dimiliki. Secara umum, saat ini kendala yang sering dihadapi di lapangan, yakni kurang bersahabatnya kondisi cuaca akibat musim penghujan. Kondisi cuaca di laut berbeda dengan di darat. Mengatasi hal itu, selama proses pembangunan berlangsung pelaksana proyek terus menjalin komunikasi dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Juanda untuk meng-apdate kondisi prakiraan cuaca terbaru.
“Jika kondisi cuaca kurang bersahabat, seperti hujan yang cukup lebat diiringi angin yang sangat kencang, kami terpaksa menghentikan pelaksanaan proyek untuk sementara waktu demi keselamatan para pekerja,” katanya.
Makin optimismenya pembangunan jembatan ini sesuai target tidak luput dengan telah dicairkannya dana pinjaman (Loan) tahap II oleh Pemerintah Cina senilai 68,93 juta Dolar Amerika akhir Desember 2008 yang diperuntukkan untuk pembangunan bentang tengah. Dana pinjaman itu berasal dari Bank Exim Of China.
Hingga awal Januari 2009, pada pembangunan bentang tengah pelaksanaan fisik di Main Bridge berupa pemasangan Steel Box Girder di pilar 46 yang sudah terpasang mencapai 14 segment dari total yang dibutuhkan 18 segment, pilar 47 sudah terpasang 14 segment dengan jumlah yang dibutuhkan sama, yakni 18 segment. Di pilar 46 Cable Stayed yang sudah terpasang untuk arah Surabaya mencapai 2x13 kabel, arah Madura sudah terpasang 2x13 dari tiap-tiap arah yang dibutuhkan sebanyak 36 kabel.
Sedangkan pilar 47 Cable Stayed arah Surabaya yang sudah terpasang 2x13 kabel, arah Madura 2x13 kabel dari jumlah yang dibutuhkan tiap-tiap arah sebanyak 36 kabel. Untuk Approach Bridge, pelaksanaan fisik di sisi Surabaya dari pilar 37 sampai 44 pengecoran Pier Shaft selesai 100%. Pengecoran pilar yang bentuknya seperti huruf V (V-pier) pada pilar 45 sudah 80% selesai. Di sisi Madura yang dimulai dari pilar 49 sampai 56, pengecoran Pier Shaft juga sudah selesai 100%, sedangkan pengecoran pilar berbentuk huruf V juga 75% selesai. Khusus untuk pengecoran Concrete Box Girder di sisi Madura sudah selesai 79,66% berbeda dengan yang berada di sisi Surabaya yang baru mencapai 0,05%.
Total progres Bentang Tengah (Main Span) yang sudah dicapai hingga kini 81,85%, meliputi Main Bridge 84,40%, Aproach Bridge sisi Madura 81,15%, dan di sisi Surabaya 77,05%. Kedua Approach Bridge total progresnya 78,20%. Sedangkan untuk Cable Stay 84,40%.
Di sisi Surabaya, hingga saat ini pembangunan jalan akses sudah mencapai 96,62%. Untuk Causeway atau jalan pendekat 99,73% selesai. Untuk pembebasan lahan di sisi Surabaya saat ini masih berlangsung penerapan konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dimana surat keputusan penetapannya sudah diterbitkan. Dan kini tinggal menunggu hasil dari PN Surabaya terkait pemanggilan pada pemilik lahan. Pada sisi tersebut lahan yang sudah terbebaskan 130.000 m² atau 99,54% dari total lahan yang dibutuhkan 131.369 m².
Sedangkan lahan yang belum bebas 604 m² milik lima warga, meliputi H Munip seluas 100 m² beralamat di Jl Kedung Cowek 139 B, H Rofi’i seluas 100 m² beralamat Jl Kedung Cowek 147 A, H Mustofa seluas 165 m² beralamat Jl Kedung Cowek 150, Hendra seluas 116 m² beralamat Jl Kedung Cowek 180, dan H Yunus seluas 123 m² beralamat Jl Kedung Cowek 244. Proses konsinyasi sendiri kini memasuki tahap akhir, dimana Pemkot Surabaya berencana akan mengesekusi lahan tersebut akhir Januari nanti jika dana di PN Surabay tidak segera diambil.
Causeway Sisi Madura Selesai
Jika bentang tengah baru tersambung akhir Pebruari, lain halnya dengan Causeway atau jalan pendekat di sisi Madura. Pembangunan Causeway di sisi Madura telah selesai 100%, dimana pelaksanaan Provisional Hand Offer (PHO) atau serah terima dari pihak kontraktor pembangunan ke pelaksana proyek (pemerintah, red) telah dilakukan pada 17 Desember 2008 di kantor pembangunan Jembatan Nasional Suramadu Sisi Madura di Bangkalan.
Kepala Satuan Kerja Sementara (SKS) Proyek Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu sisi Madura, Ir Siswo Dwiyanto mengatakan, karena sudah PHO, Causeway sisi Madura juga sudah selesai tahap finishing-nya baik berupa pengaspalan badan jalan jembatan maupun pemasangan lampu penerang jembatan.
Di Madura, pembangunan jalan pendekat 79,73% sudah selesai, sedangkan pembebasan lahan 94,64% sudah selesai. Terkait belum bebasnya sebagian lahan, pelaksana proyek telah menerapkan sistem konsinyasi dengan menitipkan dana untuk pembebasan lahan ke Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bangkalan. Pihak PN Bangkalan juga telah menerbitkan surat penetapan dan telah beberapa kali memanggil pemilik lahan. Lahan-lahan yang belum bebas itu sebagian berupa perbukitan dan kebun yang ditanami pohon jati.
Jumlah lahan yang dikonsinyasikan adalah milik 8 warga dengan total luas 28.131 m². Rincian lokasi lahan tersebut, antara lain terdapat di Desa Morkepek 6.687 m², Desa Pangpong 9.768 m², dan Desa Baengas 11.676 m².
Penerapan sistem konsinyasi tersebut sudah dibenarkan. Ini karena lahan yang sudah terbebaskan sudah mencapai 99,52% dan melebihi syarat 75% seperti yang telah tercantum dalam Perpres 65 Tahun 2006 tentang Perubahan Perpres No 36/2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum khususnya pada Pasal 10. Alasan lain yakni jalan tersebut tidak memungkinkan untuk dipindahkan, serta beberapa kali musyawarah tetapi belum ada kesepakatan dan pemilik lahan selalu keberatan dengan harga yang ditawarkan pemerintah. (Tim Suramadu)
Cat:
- Info Lebih Lanjut Hubungi, Ashari 081 851 293 9
- Seperti diketahui, panjang total jembatan Suramadu 5.438 m meliputi Causeway sisi Surabaya 1.458 m, Causeway sisi Madura 1.818 m. Sedang untuk bentang tengah panjang keseluruhan mencapai 2.162 m terdiri dari dua Approach Bridge masing-masing 672 m dan Main Bridge sepanjang 818 m. Panjang jalan pendekat di sisi Surabaya mencapai 4,35 km dan di sisi Madura 11,50 km. Proyek pembangunan jembatan suramadu mulai dikerjakan pertengahan tahun 2002. Pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan jembatan bisa dilintasi untuk umum pada April 2009.
07 January 2009
Bengkel Muda Surabaya Cari Anggota Baru
Press Release---Kelompok Teater Bengkel Muda Surabaya (BMS) membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bergabung menjadi anggota. Untuk itu, mulai Rabu (7/1), BMS telah membuka pendaftaran bagi para calon anggota baru tesebut. Syaratnya minimal lulus SMA/ sederajat atau sedang kuliah. Sudah bekerja juga tidak masalah.Formulir pendaftaran bisa langsung diambil di sekretariat BMS, Kompleks Balai Pemuda, Jl. Gubernur Suryo 15 Surabaya, dengan menghubungi Sdr. Ipung, Nuri atau Hanif, sebelum tanggal 27 Januari. Besar kemungkinan pendaftaran akan langsung ditutup jika peminat telah memenuhi kuota sebelum masa tenggat pendaftaran berakhir. Para calon anggota baru itu akan langsung dididik menjadi seorang aktor/ aktris selama tiga bulan, mulai awal Februari hingga April, dengan intensitas setiap dua kali seminggu.
Saat ini BMS sedang masa jeda setelah melakukan proses panjang produksi lakon 'Pesta Pencuri', naskah Perancis, karya Jean Anouilh, yang diadaptasi dan disutradarai oleh Zainuri, dan telah ditampilkan di 10 kota besar di Pulau Jawa selama 2007 - 2008. Penerimaan calon anggota baru ini dibuka sebagai salah satu persiapan untuk menyongsong produksi baru Teater BMS yang rencananya akan mulai inten digarap pada pertengahan 2009 mendatang.
06 January 2009
Demo Israel (lagi)
Iman D. Nugroho, SurabayaIkatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Surabaya menggelar demonstrasi menolak serangan Israel ke Palestina, Selasa (6/1) ini di depan Konsulat Jenderal (Konjen) AS di Surabaya. Keinginan mahasiswa untuk berdialog dengan pihak Konjen AS tidak terlaksana karena seluruh staf Konjen AS sedang tidak ada di tempat.
ExxonMobil Mulai Eksploitasi Awal Sumur Minyak Bojonegoro
Iman D. Nugroho, BojonegoroExxonMobil Oil melalui Mobil Cepu Ltd mulai melakukan eksploitasi awal sumur Banyu Urip di Bojonegoro, Jawa Timur. Hingga akhir semester kedua tahun 2009 ini, ExxonMobil memperkirakan target produksi minyak 20.000 barel/hari akan terpenuhi. Hal itu dikatakan Ecting External Affairs Manager Mobil Cepu Ltd, Rexy Mawardijaya pada The Jakarta Post di Bojonegoro, Senin(5/1) ini. "Saat ini, proses produksi yang dilakukan sedang menuju angka 20 ribu barel/hari, pada akhir semester kedua pada 2009 ini," kata Rexy.
First oil pertama yang dilakukan pada sumur Banyu Urip dilakukan pada 10 Desember 2008 lalu. Saat itu dilakukan well testing untuk mengukur kapasitas produksi sumur yang berjarak sekitar 20 Km dari pusat Kota Bojonegoro itu. Menurut Rexy, evaluasi yang dilakukan menunjukan jumlah masih rendah. "Meski begitu, hasil sementara dari minyak mentah yang diambil dari sumur itu menunjukkan besarnya H2S, dan itu berarti kualitas minyaknya baik," jelas Rexy.
Minyak mentah itu kemudian dibawa dengan menggunakan truk tanki ke kawasan refinari milik Petrochina di daerah Mudi, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pada awal pengiriman itu, setiap hari dikirim 15 ribu liter dengan tiga truk tanki. Persoalan keselamatan menjadi hal terpenting dalam pengiriman menggunakan truk ini. Jarak yang secara normal normal bisa ditempuh dalam waktu satu jam itu, harus ditempuh dalam waktu 2 jam oleh truk tanki. "Ini soal keselamatan," jelas Rexy. Proses selanjutnya menjadi tanggungjawab Pertamina Persero. "Apakah mau dikelola di sana, atau bagaimana, itu bukan urusan MCL," kata Rexy.
Sejauh ini, ExxonMobil memiliki dua sumur yang siap di eksploitasi. Yakni sumur Jambaran dan Banyu Urip. Namun sejauh ini hanya sumur Banyu Urip yang sudah berproduksi. Sementara aktivitas di sumur Jambaran terhenti sementara, menunggu hasil Banyu Urip. "Di Banyu Urip juga ada pemasangan pipa-pipa untuk berproses dengan untuk target 20 ribu barrel/hari," kata Rexy.
Dalam pengamatan The Jakarta Post di lokasi Sumur Banyu Urip menunjukkan, lokasi di tengah sawah itu kini sudah mulai ramai. Daerah steril dekat sumur sudah dipenuhi oleh kontainer-kontainer berisi peralatan pengeboran. Aktivitas pekerja Mobil Cepu Ltd terkonsentrasi di rig sumur yang terletak di sisi kanan lokasi steril sumur Banyu Urip. Di bagian depan, dibangun instalasi pipa penyaluran yang rencananya akan digunakan untuk mengalirkan minyak mentah ke refinari milik Petrochina di daerah Mudi, Kabupaten Tuban. "Nanti tidak akan lagi menggunakan truk, melainkan langsung menggunakan pipa ke refinari," jelas Rexy.
Sayangnya, jalan akses masuk sumur Banyu Urip belum berubah. Tidak tampak adanya pengaspalan jalan mulai pertigaan Banyu Urip dan Jalan Raya Bojonegoro-Cepu. Pembangunan jalan hanya terjadi di jalanan akses masuk sumur Jambaran sejauh 4,2 Km. "Kalau ini selesai, baru akan ada pengaspalan jalan ke Sumur Banyu Urip,"jelas Rexy.
04 January 2009
Rp.2,7 Juta, Upah Layak Jurnalis Surabaya
Iman D. Nugroho, SurabayaAliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya merilis upah layak jurnalis di Surabaya sebesar Rp.2,7 juta/bulan. Nilai ini diambil berdasarkan survey kepada jurnalis di Surabaya atas kebutuhan sehari-hari yang dikonsumsinya. "Kami berharap pemilik media memenuhi upah layak jurnalis karena hal ini adalah upaya untuk membangun budaya jurnalistik yang profesional," kata Donny Maulana, Ketua AJI Surabaya, Minggu (4/1) ini di Surabaya.
Survey AJI Surabaya dilakukan secara acak kepada 30 jurnalis yang terpublish dan berkantor pusat di Surabaya. Para wartawan itu diminta mengisi 24 form kebutuhan mulai makanan-minuman, perumahan-fasilitas, transportasi, komunikasi, kesehatan dan kebersihan, rekreasi hingga tabungan. Dari data-data yang terkumpul kemudian dianalisa dengan mengambil nilai tengah atau harga yang paling sering muncul dari responden. Dari hasil survey itu diketahui, sebagian besar jurnalis di Surabaya rata-rata membeli makanan tidak lebih dari Rp.10 ribu/sekali makan, tanpa memperhatian standarisasi kesehatan makanan yang disantapnya.
Jurnalis di Surabaya juga tidak menjadikan rekreasi, membeli buku atau bacaan lain, bahkan menabung sebagai salah satu kebutuhan pokok setiap bulannya. "Berdasarkan survey terhadap jurnalis sebagai responden dan survey harga barang di pasar, maka Upah Layak Jurnalis Surabaya sebesar Rp 2,7 juta," kata Adreas Wicaksono, Koordinator Upah Layak AJI Surabaya.
AJI Surabaya menilai, selama ini belum adanya standarisasi pengupahan jurnalis. Penentuan gaji wartawan hanya berdasar nilai rata-rata upah jurnalis yang berlaku di pasaran. Rata-rata masih jauh dari kelayakan. Bahkan, masih ada jurnalis yang tidak digaji sama sekali oleh media tempatnya bekerja. Meski demikian, AJI Surabaya juga melihat ada manajemen media yang menjadikan jenjang pendidikan jurnalis sebagai patokan. Tidak layaknya upah jurnalis ini selalu menjadi alasan untuk melanggengkan praktek terima suap "amplop", meskipun dalam kode etik jurnalistik jelas-jelas melarang praktek tersebut.
Data-data yang didapat AJI Surabaya mendapatkan nilai rentang upah pokok yang diterima jurnalis berdasarkan jenis media. Ironisnya, rentang upah ini menunjukkan adanya jurnalis yang digaji lebih rendah dari upah minimum kota/kabupaten 2009 sebesar Rp. 910 ribu. "Rentang gaji jurnalis di Surabaya mulai Rp. 300.000,-1.650.000,- nilai itu jelas jauh dari nilai standart menengah kebutuhan harian jurnalis di Surabaya," jelas Andreas yang juga jurnalis salah satu stasiun televisi di Surabaya ini.
Selain menjelaskan soal upah layak, AJI Surabaya juga menjabarkan hasil kerja sepanjang tahun 2008. Diantaranya advokasi terhadap berbagai kasus yang menimpa jurnalis di wilayah kerja AJI Surabaya. Seperti kasus Kasus pemukulan wartawan di Bojonegoro dan kasus intimidasi jurnalis Radar Mojokerto, Jalaluddin Hambali. "AJI Surabaya juga sempat bereaksi atas pernyataan Kapolda Jawa Timur Herman S. Sumawiredja yang menyalahkan jurnalis dalam kasus tragedi pembagian zakat di Pasuruan," kata Donny, Ketua AJI Surabaya.
Dalam kasus perburuhan, AJI Surabaya juga terlibat dalam kasus perburuhan antara Hendro Dwijo Laksono sebagai Chief Editor Majalah Mossaik dengan manajemen Suara Surabaya Media. Hendro yang semula terancam diberhentikan dengan alasan bekerja di dua tempat secara bersamaan, akhirnya berubah dengan alasan Pensiun Dini. Juga, himbauan kepada pengelola media massa, baik cetak dan elektronik untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada jurnalis.
Subscribe to:
Posts (Atom)
.: Halaman Populer
-
Story | Photo | Video Ketika Berlin masih terbelah oleh tembok yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat, checkpoint (poin pemeriksaan...
-
Pelecehan terhadap tiga wartawan di Kabupaten Aceh Barat Daya oleh Bupati Abdya Akmal Ibrahim, pada Rabu (21/11) lalu berbuah perlawanan. Ti...
-
Iman D. Nugroho JFC. Jember Fashion Carnaval (JFC)-8 digelar di Jember, Jawa Timur, Minggu (2/8) ini. Dalam event itu, ditunjukkan 600-an ...
-
*Sudah ada beberapa perubahan naskah di tulisan ini. Penggunaan kata "prasejarah", telah dihapus. Dengan ini kesalahan telah diperbaiki. Pe...
-
KEBAKARAN TRUK Sebuah truk tanki pengangkut bahan bakan solar terbakar di Meulaboh, Sabtu (1/12) ini. Dalam kebakaran yang disebabkan oleh p...
.: Tema
Budaya
Sosial
Jurnalistik
Hukum
Politik
Opini
Bencana
Luar Negeri
Pendidikan
Lingkungan Hidup
Olah Raga
Video Klip
Kabar Dari Seberang
Aceh
Kesehatan
Humor
Cerita Pendek
Catatan Netherlands
Mampir Berlin
Timor Barat
Catatan Iman
Kok gitu?
Teknologi Informasi
All about sex
Central Borneo
Second Opinion
Agenda
Hiburan
Jambi Sumatera