12 May 2009

Susilo, Jusuf dan Megawati. Siapa yang paling pantas?

Iman D. Nugroho

Menurut UU Pemilu, kemungkinan hanya tiga tokoh yang mewakili tiga partai besar yang akan maju sebagai Calon Presiden. Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan Megawati Soekarno Putri. Siapa mereka? Berikut ini profil mereka:


Susilo Bambang Yudhoyono

Lahir : Pacitan, 9 September 1949
Kekayaan : Rp 7,1 Miliar dan US$ 44 ribu ( sumber KPK)
Partai : Demokrat

Sikap Terhadap Isu

1.Investasi Asing
Investasi sangat penting. Aturan Perpajakan harus direvisi untuk memudahkan investasi.

2.Korupsi
Pemberantasan korupsi harga mati. Dilakukan secara serius agar tidak terjadi lagi.

3.Ekonomi
Strategi saya adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi disertai pemerataan

4.Kemiskinan
Dulu wajib hukumnya melawan penjajah, sekarang wajib hukumnya melawan kemiskinan.


Jusuf Kalla

Lahir : Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942
Kekayaan : Rp 253 Miliar ( KPK: 2007)
Partai : Golongan Karya (Golkar)

Sikap Terhadap Isu


1.Investasi Asing
Harus memberi kemudahan kemudahan bagi investor agar posisi kita naik dari 135 negara tujuan investasi menjadi urutan ke 75.

2.Korupsi
Harus terus diberantas. Jika sekarang banyak kasus korupsi, itu karena baru nampak saja.

3.Ekonomi
Pengusaha memiliki peran yang kuat dalam memajukan ekonomi. Karena itu perlu ditanamkan kewirausahaan untuk generasi muda.

4.Kemiskinan
Kemiskinan bisa diselesaikan segera. Caranya dengan meningkat pendapat dari pajak dan cukai.

Megawati Soekarnoputri

Lahir : 23 Januari 1947
Kekayaan : Rp 86,2 Miliar (Sumber KPK, Agustus 2004)
Partai : PDI Perjuangan

Sikap Terhadap Isu

1.Investasi Asing
Investasi asing harus bermanfaat untuk rakyat. Selama ini alam kita dieksploitasi tapi rakyat tidak dapat manfaat.

2.Korupsi
Sekarang banyak orang diburu karena korupsi tapi akarnya tidak diselesaikan. Saya akan fokus ke akar penyebab korupsi.

3.Ekonomi
Saya akan focus pada ekonomi kerakyatan: petani, nelayan, pedagang kecil dan buruh.

4.Kemiskinan
Pemberian uang BLT tidak akan menyelesaikan kemiskinan. Masalah dasarnya adalah lapangan kerja dan SDM.

*sumber: vivanews.com

No comments:

Post a Comment