20 September 2007

Masjid LDII Dirusak


MASJID DIRUSAK.
Masjid milik Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jember dirusak massa, Rabu (19/9) malam usai Shalat Tarawih. Pengerusakan bangunan yang sedang dalam proses pembangunan itu terjadi karena massa menolak rencana menjadikan masjid sebagai masjid berbendera LDII.

Penolakan masyarakat Tanggul Jember terhadap rencana dibangunnya masjid milik anggota kelompok Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berbuah pengerusakan. Rabu (19/9) malam, usai shalat tarawih, sekitar 500-an orang menyerbu bangunan masjid yang rencananya digunakan sebagai tempat beribadah LDII di kawasan itu. Akibatnya, seluruh bangunan hancur dan hanya menyisakan tempat imam sholat.

Penyerbuan itu berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB. Ketika itu, massa yang sebagian masih mengenakan sarung dan peci berdatangan menuju masjid setengah jadi di pinggir jalan raya Tanggul Wetan Jember, Jawa Timur itu. Bagai dikomando, massa menyeberang pekarangan, menuju ke arah masjid. Massa yang marah mengangkat kayu panjang dan memukul-mukulkan ke tembok masjid. Aksi yang dilakukan berulang-ulang dan hampir bersamaan itu merobohkan empat sisi tembok yang memang belum kering benar.

Massa yang marah terus melakukan aksi pengerusakan. Tumpukan genting di samping masjid tidak luput dari aksi pengerusakan. Massa melempari tumpukan genting itu dengan menggunakan batu-batu seukuran bola sepak. "Berdasarkan penuturan anggota LDII yang ada di lokasi malam itu, yang ada hanya aksi kemarahan dan pengerusakan," kata Budiyono, anggota LDII yang juga pemilik masjid LDII yang dirukan itu pada The Jakarta Post, Kamis (20/9) pagi.

Budiyono mengaku, pihaknya sama sekali tidak mengetahui alasan pengerusakan. Apalagi masjid yang dibangunnya ini berada di tanah miliknya sendiri. "Saya kebetulan punya rezeki dan akan membangun masjid yang kebetulan untuk kelompok LDII, kalau dirusak seperti ini, ya gimana lagi," kata Budiyono yang mengaku akan mengurungkan niatnya membangun masjid. "Allah mungkin berkehendak lain," katanya.

Kapolres Jember AKBP Andang Ginanjar menjelaskan aksi pengerusakan itu kemungkinan besar terjadi karena masjid yang dibangun di tengah-tengah kawasan perumahan itu terjadi karena prosesdur pendirian tempat ibadah tidak tepenuhi. Terutama tidak adanya izin dari masyarakat setempat. "Meskipun begitu, kita tetap akan mengusut tuntas perkara ini,"kata Andang. Hingga saat ini polisi belum memiliki nama tersangka.


1 comment:

Program

Program